Menunda Pembagian Harta Warisan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

6
8487

BincangSyariah.Com – Ketika seseorang meninggal dunai. Keluarga berhak untuk mendapatkan bagian dari harta yang ditinggalkan oleh si mayit. Pembagian ini wajib dilakukan oleh para ahli waris. Karena kewarisan Islam berisifat ijbari. Artinya harus dilakukan. Bagaimana jika pembagian harta warisan ditunda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, terdapat tiga hal ini yang mesti dilakukan sebelum membagi harta warisan. Pertama, membayar biaya pengurusan jenazah, kedua membayar utang. Utang kepada Allah dan utang kepada manusia. Utang kepada Allah seperti zakat. Sedangkan utang kepada manusia bisa orang atau negara seperti pajak. Ketiga yang harus dilakukan ahli waris adalah adalah menunaikan wasiat.

Setelah ketiga ketentuan di atas telah selesai dilaksanakan. Barulah para ahli waris membagi warisan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Terkait hal ini Ibn Hazm mengatakan:

إن الله تعالى أوجب الميراث فيما يخلفه الإنسان بعد موته من مال لا فيما ليس بمال، وأما الحقوق فلا يورث منها إلا ما كان تابعاً للمال

Sesungguhnya Allah Swt mewajibkan membagi harta warisan yang ditinggalkan seseorang kepada keluarga yang ia tinggalkan, sedangkan yang bukan harta tidak dapat diwariskan. Seperti hak-hak tidak dapat diwariskan kecuali hal-hal yang merupakan bagian dari harta.

Sebagian ulama menganggap menunda pembagian harta warisan dapat menimbulkan keburukan. Karena tidak semua ahli waris secara ekonomi mampu. Menunda pembagian warisan akan menzalimi keluarga lainnya. Akibat menunda pembagian harta warisan lainnya adalah putusnya silaturahmi.

يقول العلماء إن تأخير توزيع التركة على مستحقيها يؤدي إلى المشاحنات وقطع الرحم بالطبع

Sebagian ulama berpendapan bahwa menunda pembagian harta peningalan akan menimbulkan keburukan dan memutuskan tali silaturahmi bagi mereka yang berhak kepada harta peninggalan tersebut.

Kasus seperti dikhawatirkan ulama di atas sering kali terjadi. Penundaan pembagian harta warisan bagi sebagian orang dilakukan karena memang niat jahat. Perbuatan jahat seperti ini  dilarang oleh Rasulullah Saw sebagai berikut :

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Para Nabi pun Cemburu

من اقتطع شبراً من الأرض ظلماً طوقه الله إياه يوم القيامة من سبع أرضين – رواه مسلم

Siapa saja yang merampas sejengkal tanah milik orang lain, Allah akan mengalungkan kepadanya tujuh lapis tanah. (HR. Muslim)

Walau demikian, ketika keluarga sepakat dan tidak berkeberatan akan menunda pembagian harta warisan boleh saja. Bahkan untuk membagi rata warisan sekalipun boleh dilakukan. Selama para pihak rela dan mengetahui akan bagiannya masing-masing.

Di sebagian daerah di Indonesia harta warisan belum dibagikan sampai kedua orang tua meninggal dunia. Kasus seperti ini biasanya karena yang akan menanggung beban keluarga adalah orang tua yang paling lama hidup. Untuk itu dalam kasus seperti ini penulis menilai bahwa penundaan pembagian warisan boleh dilakukan. Wallahu a’lam bis Shawab

6 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum wr wb,
    Saya hamba allah, mau tanya apa kah hukum nya membagi waris dgn melanggar amanah.
    Singkat cerita, ayah meninggal 1 thn sebelum ibu meninggal,, sebelum ibu wafat memberikan amanah kpd adik bungsu saya,, jgn di jual rumah warisan tsb jika kk perempuan mu blm mempunyai rumah wlw pun sdh menikah,, yg ingin saya tanya kan apa hukum nya jika melanggar amanah dg tetap menjual rmh warisan tsb,, karena kita tau hukum waris islam utk wanita 1/3 dari laki2 dan hasil bagian nya akan tdk cukup utk membeli rmh. Sekian terima kasih.

  2. Saya mau tanya.
    Jika dalam keluarga itu ada 5 org anak, ank yg 4 sudah mendapatkan bagian mereka masing2 sedangkan anak yang bungsu belum mendapatkannya dengan alasan yang tidak masuk di akal.
    Bagaimana hukumnya?

  3. Saya punya ayah meninggal sdh 1 tahun..ayah ibu sy sdh cerai dn menikah lagi punya anak 1 laki laki dn 2 perempuan..sy anak dari istri yg diceraikan..saudara saya 1 perempuan..yg mau sy tanyakan sy merasa warisan bpk dikuasain oleh istri alm bpk saya brp 3 rmh dn beberapa surat tanah dn apakah saya punya hak atas warisan tsb dn hukum islam gmana yg adil?? Dn utk alm bapak saya apakah msh ada sangakutan prihal pembagian warisan ini??terima kasih

  4. Ada warisan yg sama sekali belum saya dapat kan karna rumah tersebut di tempati ahli waris yg lain nya saat mau di jual malah di perlama jadi gimana ya?? Apakah saya tetap harus memperjuangkan hak saya?

  5. Ass ..
    Saya mau bertnya ,,
    Kake nene saya sudh meninggal dan meningalkan 2 anak lakki laki. (Termasud papah ) , 3 orang anak perempuan
    Dan alm kake dn nenne saya meniingalkan harta sebuah toko ,ruamh , tapi harta yaah juga blm di bagi waris setelah 2 tahn kemudian ppaah saya meninggal dunia meningal kan 2orang anak perempuan termaksud sya
    Yg inngin saya tanyakan
    1. Apakajh masih ada bagian harta warisan dari alm kake untuk alm ppaah saya ? Yg sampai skrang blm di berikan
    2. Alm ppah meningalkan sebuah rumah apa wajib di bagi untk adik saya ? Brapa bgian yah. Biar tidak menimbulkan konflik dgm adik saya ,

  6. Ass ..
    Saya mau bertnya ,,
    Kake nene saya sudh meninggal dan meningalkan 2 anak lakki laki. (Termasud papah ) , 3 orang anak perempuan
    Dan alm kake dn nenne saya meniingalkan harta sebuah toko ,ruamh , tapi harta yaah juga blm di bagi waris setelah 2 tahn kemudian ppaah saya meninggal dunia meningal kan 2orang anak perempuan termaksud sya
    Yg inngin saya tanyakan
    1. Apakajh masih ada bagian harta warisan dari alm kake untuk alm ppaah saya ? Yg sampai skrang blm di berikan
    2. Alm ppah meningalkan sebuah rumah apa wajib di bagi untk adik saya ? Brapa bgian yah. Biar tidak menimbulkan konflik dgm adik saya ,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here