Menunda Pembagian Harta Warisan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

14
23351

BincangSyariah.Com – Ketika seseorang meninggal dunai. Keluarga berhak untuk mendapatkan bagian dari harta yang ditinggalkan oleh si mayit. Pembagian ini wajib dilakukan oleh para ahli waris. Karena kewarisan Islam berisifat ijbari. Artinya harus dilakukan. Bagaimana jika pembagian harta warisan ditunda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, terdapat tiga hal ini yang mesti dilakukan sebelum membagi harta warisan. Pertama, membayar biaya pengurusan jenazah, kedua membayar utang. Utang kepada Allah dan utang kepada manusia. Utang kepada Allah seperti zakat. Sedangkan utang kepada manusia bisa orang atau negara seperti pajak. Ketiga yang harus dilakukan ahli waris adalah adalah menunaikan wasiat.

Setelah ketiga ketentuan di atas telah selesai dilaksanakan. Barulah para ahli waris membagi warisan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Terkait hal ini Ibn Hazm mengatakan:

إن الله تعالى أوجب الميراث فيما يخلفه الإنسان بعد موته من مال لا فيما ليس بمال، وأما الحقوق فلا يورث منها إلا ما كان تابعاً للمال

Sesungguhnya Allah Swt mewajibkan membagi harta warisan yang ditinggalkan seseorang kepada keluarga yang ia tinggalkan, sedangkan yang bukan harta tidak dapat diwariskan. Seperti hak-hak tidak dapat diwariskan kecuali hal-hal yang merupakan bagian dari harta.

Sebagian ulama menganggap menunda pembagian harta warisan dapat menimbulkan keburukan. Karena tidak semua ahli waris secara ekonomi mampu. Menunda pembagian warisan akan menzalimi keluarga lainnya. Akibat menunda pembagian harta warisan lainnya adalah putusnya silaturahmi.

يقول العلماء إن تأخير توزيع التركة على مستحقيها يؤدي إلى المشاحنات وقطع الرحم بالطبع

Sebagian ulama berpendapan bahwa menunda pembagian harta peningalan akan menimbulkan keburukan dan memutuskan tali silaturahmi bagi mereka yang berhak kepada harta peninggalan tersebut.

Kasus seperti dikhawatirkan ulama di atas sering kali terjadi. Penundaan pembagian harta warisan bagi sebagian orang dilakukan karena memang niat jahat. Perbuatan jahat seperti ini  dilarang oleh Rasulullah Saw sebagai berikut :

من اقتطع شبراً من الأرض ظلماً طوقه الله إياه يوم القيامة من سبع أرضين – رواه مسلم

Siapa saja yang merampas sejengkal tanah milik orang lain, Allah akan mengalungkan kepadanya tujuh lapis tanah. (HR. Muslim)

Walau demikian, ketika keluarga sepakat dan tidak berkeberatan akan menunda pembagian harta warisan boleh saja. Bahkan untuk membagi rata warisan sekalipun boleh dilakukan. Selama para pihak rela dan mengetahui akan bagiannya masing-masing.

Di sebagian daerah di Indonesia harta warisan belum dibagikan sampai kedua orang tua meninggal dunia. Kasus seperti ini biasanya karena yang akan menanggung beban keluarga adalah orang tua yang paling lama hidup. Untuk itu dalam kasus seperti ini penulis menilai bahwa penundaan pembagian warisan boleh dilakukan. Wallahu a’lam bis Shawab

100%

14 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum wr wb,
    Saya hamba allah, mau tanya apa kah hukum nya membagi waris dgn melanggar amanah.
    Singkat cerita, ayah meninggal 1 thn sebelum ibu meninggal,, sebelum ibu wafat memberikan amanah kpd adik bungsu saya,, jgn di jual rumah warisan tsb jika kk perempuan mu blm mempunyai rumah wlw pun sdh menikah,, yg ingin saya tanya kan apa hukum nya jika melanggar amanah dg tetap menjual rmh warisan tsb,, karena kita tau hukum waris islam utk wanita 1/3 dari laki2 dan hasil bagian nya akan tdk cukup utk membeli rmh. Sekian terima kasih.

  2. Saya mau tanya.
    Jika dalam keluarga itu ada 5 org anak, ank yg 4 sudah mendapatkan bagian mereka masing2 sedangkan anak yang bungsu belum mendapatkannya dengan alasan yang tidak masuk di akal.
    Bagaimana hukumnya?

  3. Saya punya ayah meninggal sdh 1 tahun..ayah ibu sy sdh cerai dn menikah lagi punya anak 1 laki laki dn 2 perempuan..sy anak dari istri yg diceraikan..saudara saya 1 perempuan..yg mau sy tanyakan sy merasa warisan bpk dikuasain oleh istri alm bpk saya brp 3 rmh dn beberapa surat tanah dn apakah saya punya hak atas warisan tsb dn hukum islam gmana yg adil?? Dn utk alm bapak saya apakah msh ada sangakutan prihal pembagian warisan ini??terima kasih

  4. Ada warisan yg sama sekali belum saya dapat kan karna rumah tersebut di tempati ahli waris yg lain nya saat mau di jual malah di perlama jadi gimana ya?? Apakah saya tetap harus memperjuangkan hak saya?

  5. Ass ..
    Saya mau bertnya ,,
    Kake nene saya sudh meninggal dan meningalkan 2 anak lakki laki. (Termasud papah ) , 3 orang anak perempuan
    Dan alm kake dn nenne saya meniingalkan harta sebuah toko ,ruamh , tapi harta yaah juga blm di bagi waris setelah 2 tahn kemudian ppaah saya meninggal dunia meningal kan 2orang anak perempuan termaksud sya
    Yg inngin saya tanyakan
    1. Apakajh masih ada bagian harta warisan dari alm kake untuk alm ppaah saya ? Yg sampai skrang blm di berikan
    2. Alm ppah meningalkan sebuah rumah apa wajib di bagi untk adik saya ? Brapa bgian yah. Biar tidak menimbulkan konflik dgm adik saya ,

  6. Ass ..
    Saya mau bertnya ,,
    Kake nene saya sudh meninggal dan meningalkan 2 anak lakki laki. (Termasud papah ) , 3 orang anak perempuan
    Dan alm kake dn nenne saya meniingalkan harta sebuah toko ,ruamh , tapi harta yaah juga blm di bagi waris setelah 2 tahn kemudian ppaah saya meninggal dunia meningal kan 2orang anak perempuan termaksud sya
    Yg inngin saya tanyakan
    1. Apakajh masih ada bagian harta warisan dari alm kake untuk alm ppaah saya ? Yg sampai skrang blm di berikan
    2. Alm ppah meningalkan sebuah rumah apa wajib di bagi untk adik saya ? Brapa bgian yah. Biar tidak menimbulkan konflik dgm adik saya ,

  7. Bismillah…
    Mau bertanya, kalau seorang ibu tdk membagi warisan untuk anak lelakinya yang tidak bisa menafkahi keluarganya, hukumnya apa ya? Berdosakah atau hal yang wajar?

  8. Lebih baik demikian ..jika tidak akan meninggalkan keburukan..putus tali silahturahim,fitnah dll..menurut sy pribadi kedua orang tua mgkn berharap dmkian,sesegeralah untuk pembagian,karena beliau beda alam dg yg hidup, yang hidup wajib mendoakan yg meninggal,smoga amal beliau kekal..aamiin

  9. Asalamualaikum saya mau tanya kl ibu saya sdh meninggal 3 thn lalu, dan kebetulan Bpk saya sdh menikah lg trs Bpk saya sdh ambil haknya yg selagi waktu sm ibu saya ada, dan trs sisanya harta yg masih ada kaya rumah ini apakah sdh bisa di bagikan menurut hukum Islam walau Bpk saya masih ada karena Bpk saya usianya sdh 83

  10. Assalamualaikum saya mau tanya…kedua orang tua saya sudah meninggal dan meninggalkan 4 orang anak…anak pertama perempuan sudah menikah anak ke 2 perempuan posisi saat terakhir orang tua meninggal sudah janda anak ke 3 laki laki saat itu belum menikah dan sudah bekerja sbg pns sedangkan anak ke4 perempuan saat itu msh sekolah.itu posisi setelah ibu kami meninggal karna sebelum ibu meninggal ayah kami yg lebih dulu meninggal.setelah bbrp bln berjalan anak ke 3 yg laki laki posisi menikah…dan setelah itu bbrp bln kemudian anak ke 2 yg posisi janda sudah menemukan calon pendamping hidup. Tetapi ketika anak ke 2 yg posisi janda itu mau menikah saudara2nya tidak menyetujui dan menentang pernikahan itu. Dg alasan tidak suka dg masa lalu calon pendamping saudara mereka. Tetepi pernikahan tetep terjadi meski tanpa restu atau kehadiran saudara2nya..yg dtg hanyalah bbrp orang dr keluarga almh ibu…spt om,pakde,dan nenek kala itu yg dtg ke kua mereka. Setelah pernikahan terjadi ke 3 saudara mereka melarang saudaranya yg sudah menikah itu untuk tinggal dirumah peninggalan ortunya apalagi dg suaminya…secara dirumah peninggalan ortu banyak kamar dan buat usaha juga. Anak yg ke2 dlm kehidupan rumah tangga setelah 4bulan baru diberi amanah hamil dan 8bln kmrn dikaruniai seorang putra meski dg kesederhanaan hidup dan apaadanya sudah berjalan hampir 6th pernikahan dan skrg si anak usia 5th. Hidup mereka berpindah2 dr awalnya tinggal dimertua,kmdn cari kos2an dan pindah kontrakan skrg tinggal numpang ditempat nenek yg kebetulan masih 1 kampung dg rumah peninggalan alm orang tua yg sedang ditempati anak ke1 dan ke 4.meskipun tinggal dirumah nenek tp mereka menempati 1 kamar yg dipinjamkan om mereka yg kala itu tidak ditempati.tp akhir2 ini om kami spt membutuhkan bahkan terkadang sikapnya tidak baik sama kami krn merasa punya hak ditempat nenek kami.kami yg merasa anak muda tau msh kecil dr mereka dan terlebih orang tua kami yg sudah meninggal kami tidak bksa berbuat apa2 seakan tidak ada yg membela kami.kami sebenarnya ingin ikut menempati rumah peninggalan ortu kami yg msh ditinggalin anak pertama dan ke4 …tp mereka tidak mengijinkannya…dan pembagian bisa dilakukan jika nanti anal ke4 sudah menikah…dg alasan punya tanggung jawab kpd anak ke 4.Yg jd pertanyaan bagaimana hukumnya jika terjadi persoalan spt itu.dan sebagai anak ke2 yg sudah mengalah tidak menempati hak dr sebagian peninggalan ortu kami pdhl kami sangat membutuhkannya bagaimana sikap kami seharusnya…secara kami sudab hampir 6th lebih mengalah dan mengikuti keputusan mereka…mohon pencerahnnya…krn pernah sesekali nenek mencoba menanyakan untuk mengijinkan kami sekeluarga 3 orng(suami istri anak) untuk diberi meskipun cuma 1 kamar saja tinggal bersama menempati rumah ortu kami…tp jawaban dr anak pertama dan mgkn juga sepengetahuan anak ke 3 dan ke 4 msh tidak mengijinkan kami tinggal disana…alasannya takut ada keributan lagi…pdhl selama ini kami berusaha mengalah dan tidak menuntut hak kami….apa yg harus kami lakukan agar kami punya tempat tinggal dan rumah tangga kami tenang…mskpn banyak saudara kami yg membenci kami…mohon pencerahnnya..terima kasih wassalamualaikum wr wb

  11. Assalamualaikum, saya hamba Allah mau bertanya juli 2020 abang kandung saya meninggal mempunyai istri yg sdh di talak 3 tahun 2009 hidup berpisah namun krn istrinya tdk mau di cerai maka statusnya msh syah di akte nikah, memiliki satu anak angkat yg telah syah di pengadilan akte lahir nama abang saya, dan almarhum memiliki kakak dan adik kandung diantaranya 2 kakak perempuan , 2 kakak laki yg satunya sudah meninggal tapi memiliki 2 anak dan istri, dan terakhir 1 satu adik perempuan. Mohon penjelasannya mengenai hak waris dan pembagian masing” ahli waris tsb menurut hukum islam dan negara dgn statusnya mantan istri ynamun msh syah di akte nikah. Terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here