Menuliskan Nama Seseorang di Dalam Alquran, Apakah Boleh?

2
2923

BincangSyariah.Com – Pada saat kita melakukan ziarah ke makam-makam para wali dan ulama, kita banyak menjumpai Alquran yang diberi tulisan nama seseorang. Biasanya adalah nama orang yang mewaqafkan Alquran tersebut. Begitu juga di pesantren, biasanya para santri menuliskan namanya di dalam Alquran agar tidak tertukar dengan milik temannya. Sebenarnya, bagaimana hukum menuliskan nama seseorang di dalam al-Quran, apakah boleh?

Ketika seseorang mewaqafkan al-Quran pada suatu masjid, di tempat-tempat makam para wali, di mushalla atau lainnya, maka dia boleh untuk menuliskan namanya pada al-Quran tersebut. Baik di tulis di cover Alquran atau pada lembar pertama, asal bukan ditulis di tengah-tengah baris huruf-huruf Alquran. Begitu juga boleh menstempel Alquran atas nama lembaga tertentu sebagai pihak yang mewaqafkan.

Pada umumnya, salah satu tujuan seseorang menuliskan namanya pada Alquran yang diwakafkan adalah agar dia didoakan oleh setiap orang yang membaca Alquran tersebut. Tentu ini adalah tujuan mulia yang dibenarkan. Tidak ada larangan seseorang meminta didoakan orang lain, meskipun dengan wasilah barang waqafnya.

Selain itu, juga dibolehkan menuliskan nama pemilik pada Alquran. Biasanya ini dilakukan oleh para santri di pesantren-pesantren. Mereka menuliskan namanya pada Alquran sebagai tanda pemilik agar Alquran tersebut tidak tertukar dengan milik temannya yang lain. Ini termasuk kemaslahatan umum yang diperbolehkan untuk dilakukan.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab al-Fatawa al-Haditsiyah berikut;

وَهَلْ يَجُوْزُ أَنْ يَكْتُبَ فيِ مُصْحَفِ الْوَقْفِ أًنَّهُ وَقْفٌ عَلىَ كَذاَ …..وَظَاهِرٌ أَنَّهُ يَجُوْزُ أَنْ يَكْتُبَ عَلىَ اْلمَوْقُوْفِ أَنَّهُ وَقَفَ عَلىَ كَذاَ وَأَنَّ فُلاَناً وَقَفَهُ لِمَا فِيْهِ مِنَ اْلمَصْلَحَةِ اْلعَامَّةِ.

“Apakah boleh seseorang menulis dalam mushaf bahwa mushaf ini adalah waqaf untuk ini…Yang jelas adalah boleh seseorang menulis di dalam mushaf yang diwakafkan bahwa dia mewakafkan mushaf ini untuk ini dan sesungguhnya fulan (nama orang) yang mewakafkannya. Hal ini karena di dalam hal tersebut ada kemaslahatan umum.”

Baca Juga :  Bernalar Ketika Mencintai dan Membenci

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here