Menulis Al-Quran dengan Selain Bahasa Arab, Apakah Boleh?

0
1541

BincangSyariah.Com –Saat ini sudah banyak dijumpai tulisan al-Quran yang ditulis dengan bahasa Arab serta bahasa Indonesianya. Umumnya, surah yang ditulis dengan bahasa Arab serta bahasa Indonesianya adalah surah Yasin. Hal ini karena surah Yasin merupakan surah yang banyak dibaca oleh masyarakat Indonesia. Agar bisa dibaca oleh masyarakat luas, maka ada sebagian yang berinisiatif untuk menuliskan dengan versi bahasa Indonesinya. Sebenarnya, bagaimana hukum menulis al-Quran dengan selain bahasa Arab, misalnya dengan bahasa Indonesia, apakah boleh?

Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Setidaknya, ada dua pendapat dalam masalah ini.

Pertama, menulis al-Quran dengan selain bahasa Arab tidak diperbolehkan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab I’anantut Thalibin berikut;

ويحرم كتابته بالعجمية ورايت فى فتاوى العلامة ابن حجر انه سئل هل يحرم كتابة القران الكريم بالعجمية كقراءته فاجاب رحمه الله بقوله قضية ما فى المجموع عن الاصحا ب التحريم .

“Dan diharamkan menulis al-Quran dengan huruf ‘ajamiyah (dengan huruf selain huruf hijaiyah). Saya pernah menemukan dalam kitab fatawi Ibnu Hajar, bahwa ia pernah ditanya apakah haram menulis al-Quran dengan ajamiyah sebagaimana membacanya? Beliau menjawab bahwa keterangan dari ulama Syafiiyah dalam kitab al-Majmu menyebutkan bahwa hal tersebut menyimpulkan bahwa hal tersebut diharamkan.”

Kedua, menulis al-Quran dengan selain bahasa Arab hukumnya boleh. Yang tidak diperbolehkan adalah membacanya dengan bacaan selain bahasa Arab atau huruf hijaiyah. Karena itu, menulis al-Quran dengan bahasa Indonesia diperbolehkan selama dibaca dengan cara baca huruf hijaiyah. Hal ini agar orang yang tidak mengerti huruf hijaiyah juga bisa terbantu untuk membaca al-Quran.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab al-Bujairimi ‘alal Khatib berikut;

Baca Juga :  Hukum Mencium Al-Qur'an Setelah Membacanya

ويجوز كتابة القرآن بغير العربية بخلاف قراءته بغير العربية فيمتنع

“Dan boleh menulis al-Quran dengan selain bahasa Arab. Berbeda jika membaca al-Quran dengan selain bahasa Arab, maka dilarang.”

Dengan demikian, dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa menulis al-Quran dengan bahasa Indonesia masih diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian mengatakan tidak boleh, sebagian lagi membolehkan. Menurut Imam Zarkasyi, yang paling kuat dari pendapat tersebut adalah pendapat kedua, yaitu menulis al-Quran dengan selain bahasa Arab diperbolehkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here