Menteri Agama: Tujuan Asal Media Sosial Hilang ketika Digunakan untuk Menebar Hoax

0
173

BincangSyariah.Com – “Saya setiap bertemu teman-teman muda seperti ini selalu merasa mendapatkan “strum” baru untuk lebih semangat”, demikian disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin (LHS) di sela-sela acara Pelatihan Literasi Informasi Bagi Generasi Milenial, di Hotel Aston Kartika, Jakarta dari 24-26 Juni 2019

Acara yang dilaksanakan oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) ini memang menyasar generasi muda dari berbagai latar belakang organisasi, kelompok, media daring, hingga pegiat media sosial seperti influencer.

Menteri memberikan sambutannya pada sore lalu, 25 Juni 2019 terkait pentingnya mengembalikan kembali apa niat kita sesungguhnya aktif di dalam media sosial. “Kalau kita kembalikan kepada tujuan awal media sosial itu untuk bersosialisasi lewat dunia maya, membangun jaringan, maka ketika sejumlah relasi atau kita sendiri justru ikut menyebarkan informasi yang bersifat hoax atau menebar kebencian, maka media sosial kehilangan makna dan tujuan aslinya”, papar Menag.

“Padahal bermedia sosial tidak boleh baper (emosional), tapi ketika itu terjadi entah karena terlalu serius atau terlalu bersemangat, sehingga kita seolah kehilangan kontrol”, tambahnya.

Beliau juga mengingatkan kita semua, yang semakin akrab dengan dunia maya sehingga layak disebut “umat digital”, untuk menggunakan internet khususnya media sosial untuk menebarkan kebajikan, dengan menyadari apa sebenarnya nilai-nilai yang paling prinsip dalam Islam. “Kalau kita mau sadar bahwa di dunia maya itu sebenarnya ada banyak sekali orang besar, orang hebat, maka kita ini tidak apa-apanya dan seharusnya malu ketika menebarkan hoax.”

Masih terkait dengan hoax, beliau mengatakan bahwa jangan sampai semangat beragama kita yang tinggi tidak dibarengi dengan ilmu dan pemahaman yang cukup, karena itu menjadikan kita tidak arif, termasuk dalam menyebarkan informasi terkait dengan agama Islam. “Yang harus disadari juga adalah agama Islam ini sumber utamanya adalah teks – yaitu Al-Qur’an dan Hadis – tapi kita tidak boleh berlebihan sampai terlalu tekstual, tapi tidak boleh juga terlalu longgar sehingga terlalu bebas sampai meninggalkan makna teks itu sendiri.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here