Hukum Menjual Hewan yang Sudah Dinazari untuk Kurban

0
1082

BincangSyariah.Com – Ada sebuah pertanyaan yang diajukan kepada penulis. Pertanyaan tersebut mengenai hewan yang sudah dinazari untuk dijadikan kurban. Namun karena waktu kurban masih agak lama, dan dia sibuk dengan sebuah pekerjaan untuk merawatnya, maka hewan tersebut dijual terlebih dulu dan kemudian uangnya digunakan untuk membeli hewan lain sebagai gantinya pada saat waktu kurban sudah tiba. Apakah boleh menjual hewan yang sudah dinazari untuk kurban dan menggantinya dengan hewan lain? (Baca: Hukum Makan Daging Kurban Nazar)

Jika kita sudah bernazar dengan hewan tertentu untuk dijadikan kurban, maka menurut ulama Syafiiyah, kita tidak boleh menjual hewan tersebut dan menggantinya dengan hewan lain. Meski waktunya masih lama, kita tetap tidak boleh menjualnya atau menggantinya dengan hewan lain. Kita wajib merawatnya dan kemudian dijadikan kurban ketika waktunya sudah tiba.

Hal ini karena Nabi Saw melarang menjual hewan yang sudah ditentukan untuk dijadikan kurban, meskipun dengan alasan hewan tersebut hendak dibeli dengan harga mahal. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Baihaqi dari Sayidina Umar, dia berkata;

اتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلت يارسول الله اني اوجبت على نفسي بدنة وقد طلبت مني بأكثر من ثمنها فقال انحرها ولا تبعها ولوطلبت بمئة بعير

Saya mendatangi Rasulullah Saw, lalu saya berkata; ‘Wahai Rasulullah, saya mewajibkan kepada diriku untuk berkurban dengan unta namun unta tersebut mau dibeli dengan harga yang lebih mahal. Kemudian Rasulullah Saw menjawab; ‘Sembelihlah dan jangan dijual meskipun mau diganti dengan seratus ekor unta.

Berdasarkan hadis ini, maka para ulama tidak membolehkan menjual hewan yang sudah dinazari untuk dijadikan kurban. Ia tetap wajib dijadikan kurban, dan tidak boleh dijual dan diganti dengan hewan lain, meskipun diganti dengan hewan yang lebih bagus dan lebih besar.

Baca Juga :  Beretika Secara Islami di Era Digital

Menurut para ulama, jika kita sudah menazari hewan tertentu untuk dijadikan kurban, maka kepemilikan kita terhadap hewan tersebut sudah hilang sehingga kita tidak berhak lagi untuk menjualnya atau menggantinya dengan hewan lain. Ia wajib dijadikan kurban, sebagaimana nazar yang telah kita ucapkan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

ظاهر كلامهم أن من قال : هذه أضحية أو هي أضحية أو هدي تعينت وزال ملكه عنها ، ولا يتصرف إلا بذبحها في الوقت وتفرقتها

Yang tampak dari perkataan ulama adalah bahwa jika seseorang berkata; Ini (hewan) adalah kurban, atau ia adalah kurban, atau hadyu, maka ia menjadi wajib dan kepemilikinnya hilang atas hewan tersebut, dan ia tidak boleh mempergunakan (untuk yang lain) kecuali dengan menyembelihnya pada saat waktunya tiba dan kemudian membagikannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here