Menjual Hasil Pemberian Daging Kurban, Apakah Boleh?

1
166

BincangSyariah.Com – Suatu saat, penulis pernah ditanya mengenai hukum menjual hasil pemberian daging kurban. Penanya bertanya demikian karena dia mendapatkan pemberian daging kurban cukup banyak sehingga dia kepikiran untuk menjual sebagiannya. Sebenarnya, bagaimana hukum menjual hasil pemberian daging kurban, apakah boleh?

Dalam masalah ini, para ulama fiqih telah menjelaskan mengenai hukum menjual hasil pemberian daging kurban. Mereka mengatakan, bahwa jika penerima daging kurban termasuk golongan orang-orang fakir dan miskin, maka dia boleh menjualnya. Hal ini karena daging kurban yang diterima orang-orang fakir dan miskin menjadi hak tamlik atau kepemilikan sehingga dia berhak menjualnya dan lain sebagainya. (Baca: Orang yang Bernazar Berkurban, Bolehkah Memakan Dagingnya?)

Sementara jika penerima termasuk golongan orang-orang kaya, maka dia tidak boleh menjualnya. Orang kaya hanya berhak menikmati dan menyedekahkan daging kurban, dan tidak boleh menjualnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj berikut;

وللفقير التصرف في المأخوذ ولو بنحو بيع المسلم لملكه ما يعطاه ، بخلاف الغني فليس له نحو البيع بل له التصرف في المهدي له بنحو أكل وتصدق وضيافة ولو لغني ، لأن غايته أنه كالمضحي نفسه ، قاله في التحفة والنهاية

Bagi orang fakir boleh memanfaatkan kurban yang diambil (secara bebas) meski dengan semisal menjualnya kepada orang Islam, sebab ia memilikinya. Berbeda dari orang kaya, ia tidak diperkenankan menjualnya, tetapi ia hanya diperbolehkan mengalokasikan kurban yang diberikan kepadanya dengan semisal makan, sedekah, dan menghidangkan meski kepada orang kaya, sebab puncaknya ia seperti orang yang berkurban itu sendiri.

Begitu juga orang yang berkurban tidak boleh menjual daging kurban, baik kurban sunnah maupun kurban nazar. Semua bagian hewan kurban, baik berupa tanduk, kulit, lemak, dan lainnya, tidak boleh dijual oleh orang yang berkurban.

Baca Juga :  Hidup Hanyalah Mampir untuk Minum

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

واتفقت نصوص الشافعي والاصحاب على انه لا يجوز بيع شئ من الهدي والاضحية نذرا  كان أو تطوعا سواء في ذلك اللحم والشحم والجلد والقرن والصوف وغيره

Beragam redaksi nash-nash Imam Syafi’i dan para pengikutnya sepakat mengatakan bahwa tidak boleh menjual apapun dari hewan hadyu dan hewan kurban baik berupa hewan kurban nazar atau sunnah. Larangan menjual tersebut baik berupa daging, lemak, tanduk, rambut dan sebagainya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here