Hukum Menjual Babi pada Non-Muslim, Apakah Boleh?

0
72

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa dalam Islam, kita haram mengonsumsi babi, baik sedikit apalagi banyak. Namun bagaimana jika kita menjual babi pada non-muslim yang sudah terbiasa makan daging babi, apakah boleh?

Dalam Islam, selain kita diharamkan mengonsumsi babi, kita juga diharamkan menjualnya, baik kepada orang-orang muslim sendiri maupun kepada non-muslim yang sudah terbiasa mengonsumsi daging babi. (Baca: Hukum Menggunakan Alat Masak Bekas Babi, Apakah Boleh?)

Hal ini karena babi termasuk barang najis, dan barang najis tidak boleh diperjualbelikan dalam Islam.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

وأمّا النَّجس في نفسه ـ وهو موضوع الفصل ـ فلا يجوز بيعه مثل: الكلب، والخنزير، والخمر، والسّرجين، وما أشبه ذلك من النجاسات

Adapun barang najis-ini merupakan tema bahasan-, maka tidak boleh menjualnya. Misalnya menjual anjing, babi, khamr, dan kotoran, dan barang-barang najis lainnya.

Keharaman menjual babi ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Jabir, dia berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Saw bersabda pada tahun fathu Mekkah;

إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِوَالْمَيْتَةَ، وَالْخِنْزِيرَ، وَالْأَصْنَامَ فَقِيلَ يَا رَسُولَاللَّهِ أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهُ يُطْلَى بِهَاالسُّفُنُ، وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ، وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ،فَقَالَ:لَا هُوَ حَرَامٌ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ: قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ، إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ عَلَيْهِمْ شُحُومَهَا أَجْمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُفَأَكَلُوا ثَمَنَه

Sesungguhnya Allah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi, dan berhala. Kemudian ada sahabat yang bertanya; Wahai Rasulullah, bagaimana dengan lemak bangkai. Minyak ini biasanya digunakan untuk meminyaki perahu, kulit hewan, dan digunakan untuk bahan bakar lampu.

Beliau bersabda; Tidak boleh, itu haram. Kemudian Rasulullah Saw seketika berkata; Allah melaknat orang Yahudi. Ketika Allah mengharamkan lemak binatang, mereka carikan (dengan dipanaskan sehingga keluar minyaknya), kemudian mereka jual, dan mereka makan uang hasil penjualannya.

Baca Juga :  Hukum Mengonsumsi Makanan yang Diisukan Ada Lemak Babi

Berdasarkan hadis ini, Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim berkata;

وأما الميتة والخمر والخنزير : فأجمع المسلمون على تحريم بيع كل واحد منها .قال القاضي : تضمن هذا الحديث أن ما لا يحل أكله والانتفاع به لا يجوز بيعه ولا يحل أكل ثمنه كما في الشحوم المذكورة في الحديث

Adapun bangkai, khamr, dan babi, kaum muslimin sepakat haram menjual salah satu di antaranya. Al-Qadhi Iyadh mengatakan; Hadis ini berisi hukum bahwa binatang yang tidak halal dimakan dan tidak halal dimanfaatkan, maka tidak boleh diperjualbelikan, dan tidak halal memakan uang hasil penjualannya. Sebagaimana dalam kasus lemak yang disebutkan dalam hadis tersbut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here