Menjawab Kritik Qurban itu Ritual Persembehan yang Kejam

0
468
BincangSyariah.Com – Ada beberapa orang beranggapan bahwa Qurban dengan menyembelih hewan adalah termasuk perbuatan yang kejam, apalagi dengan  cara mengalirkan darah (menyembelih) sebagai sesembahan kepada Tuhan.
Ada juga orang yang beranggapan bahwa ritual Qurban  yang berdasarkan petunjuk mimpi Nabi Ibrahim as. untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail adalah perbuatan kriminal, bagaimana mungkin Tuhan menyuruh orang tua untuk menyembelih anaknya.
Ada juga yang beranggapan, selama kita masih makan daging maka kekejaman dan peperangan terus akan terjadi di dunia. Karena dengan prilaku menyembelih hewan dan memakan daging akan membuat jiwa seseorang menjadi kejam dan beringas.
Itulah alasan beberapa orang yang posting di FB-nya yang menolak dan mengkritik ritual qurban yang dilakukan oleh ummat Islam dalam satu tahun sekali di hari Idul Adha.
Dalam Agama Islam setiap ajarannya pasti mengandung syariat dan hakekat, dimensi dhohir dan dimensi bathin. Setiap ritual pasti mengandung nilai-nilai spritual. Antara Syariat dan Hakekat tidak bisa dipisahkan, karena mustahil memahami hakekatnya jika tidak melalui syareat. Sesuati tidak bisa difahami secara spritual tanpa melalui ritualnya.
Jika memahami ajaran agama hanya secara ritual saja, maka akan kering dan tidak bisa menangkap pesan-pesan  dari ritual tersebut. Begitu juga akan kesulitan jika langsung memahami hakekatnya atau spritualnya jika tidak melalui memahami ritualnya.
Begitu juga dengan hari raya Idul Adha yang disunnahkan bagi yang mampu untuk menyembelih hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jika tidak memahami secara utuh ayat-ayat yang berkaitan dengan qurban, maka akan kesulitan memahami pesan-pesan Qurban dan makna hakekatnya.
Sebetulnya Allah telah memberikan sebuah penegasan dalam ritual qurban yaitu:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
“Allah tidak akan menerima daging-daging dan darah-darah hewan kurban mereka akan tetapi yang Allah terima adalah ketaqwaan dari kalian.” (QS.  Al-Hajj: 37)
Jika kita merujuk ke dalam al- Qur’an sering sekali menggunakan perumpamaan atau simbol-simbol hewan untuk menggambarkan karakter seseorang sesuai dengan prilakunya. Maka salah satu pesan hakekat qurban itu adalah untuk menyembelih atau menghalahkan  sifat-sifat binatang dalam diri manusia.
Ketika sifat hewani dalam diri manusia sudah dikalahkan atau disembelih, maka  dalam mencapai ketaqwaan dan mendekatkan diri kepada Allah semakin mudah. Itulah mengapa disebut dengan qurban yang artinya mendekatkan diri kepada Allah.
Hikmah yang kedua yaitu ketika Nabi Ibrahim bermimpi agar menyembelih putranya yaitu Ismail yaitu agar menyembelih sifat terbelenggu atau kemelekatan terlalu cinta kepada anak sehingga bisa menjadi belenggu diri dalam mencintai Allah. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allâh pahala yang besar. [At-Taghâbun/64:15]
Lagian juga Nabi Ismail tidak disembelih oleh Nabi Ibrahim as. akhirnya beliau menyembelih seekor domba. Jika memahami ayat -ayat al-quran hanya sebatas yang tersurat, maka akan bingung sendiri, akan tetapi jika difahami secara global dan tersirat akan menemukan sebuah hikmah dan pesan-pesan maknawiyah yang luar biasa.
Di samping itu orang yang anti qurban karena dianggap persembahan yang kejam, tidak adil dalam mengkritiknya bahkan tidak konsisten. Karena justru mereka dalam sehari-hari suka mengkonsomsi makanan yang dari daging.
Seperti KFC. yang dagingnya dari ayam, berapa juta disembelih dalam satu hari untuk dijual di gerai-gerainya yang tersebar di manca negara. bahkan cara penyembelihannya dengan mesin otomatis, kepala ayam langsung dipotong bukan disembelih.
Lalu kenapa mereka tidak mengkritik dan mendemo  KFC….?!
Mereka getol mengkritik qurban ternyata pola makannya mereka sering memakan ayam goreng atau bakar, bebek goreng atau bakar. Yang unik lagi mereka suka dan gemar makan sosis yang dagingnya berasal dari sapi, jika di luat negeri prosesnya langsung dimasukkan ke mesin penggiling ketika sapi masih kondisi hidup.
Kenapa mereka tidak mendemo pabrik sosis…?!
Yang tidak konsisten mereka adalah adalah disatu sisi mereks mengkritik praktek ritual penyembelihan hewan qurban karena dianggap menyiksa hewan dan dianggap kejam. Tapi di satu sisi mereka memakai sepatu, jaket, gasper atau sabuk dari kulit binatang yang harganya mahal. Bahkan istri-istri mereka juga mengoleksi tas yang dari kulit hewan dengan harga yang sangat mahal.
Bukankah ketika mereka membeli produk dari bahan kulit binatang, berarti mereka juga mendukung pembunuhan binatang secara kejam…?!
Baca Juga :  Hukum Menggambar Kartun dalam Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here