BincangSyariah.Com – Masalah Rebo Wekasan (Rabu terakhir di bulan Safar) menjadi dinamika yang harmonis di kalangan para ulama kita, ada yang berkenan mengamalkan dan ada yang tidak berkenan. Namun tidak saling membidahkan, apalagi menyesatkan.

Pada umumnya, para ulama yang mengamalkan adalah para kiai yang mengamalkan Tarekat. Sebab, kitab-kitab yang menjelaskan masalah ini kebanyakan terdapat dalam kitab yang berkaitan dengan Tarekat.

Akan tetapi NU sebagai oraganisasi yang mewadahi Tarekat, yang di Badan otonom NU disebut dengan Jamiyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), maka selayaknya bagi Ormas terbesar ini turut serta dalam menjelaskan apa yang sebenarnya boleh diamalkan dan sejauh mana amalan yang tidak diperbolehkan.

Dan kita sudah tahu bahwa para kiai di Tarekat, khususnya para Mursyid, sangat memahami masalah ini. Intinya, ada 2 hal yang harus dihindari, yaitu tathayyur (merasa sial) dan salat Rebo Wekasan. (Baca juga; Adakah Salat Rebo Wekasan?)

Antara Tafaul dan Tathayyur

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ الْفَأْلَ الْحَسَنَ ، وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةَ. (أحمد)

Abu Hurairah berkata: “Rasulullah senang dengan Tafaul (mengharap baik) dan tidak suka dengan tathayyur (merasa sial)” (HR Ahmad)

عن أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لاَ طِيَرَةَ ، وَخَيْرُهَا الْفَأْلُ » . قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ « الْكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ » (رواه البخارى)

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: “Tidak ada kesialan. Sebaik-baik merasa sial adalah tafa’ul” Sahabat bertanya: “Apa Tafaul?” Nabi menjawab: “Yaitu kalimat yang baik yang didengar oleh kalian” (HR al-Bukhari)

Oleh karenanya, banyak ulama kita bertafaul di bulan ini dengan menyebut ‘Shafar al-Khair’, atau bulan Safar yang baik. Yaitu berharap kepada Allah turunnya kebaikan dan tidak ada petaka. Namun, sudah biasa bagi ulama salafi-wahabi yang selalu banyak tidak sependapat dengan ulama lain, tokoh mereka berkata:

Baca Juga :  Apakah Penerapan Jizyah Masih Relevan?

شهر صفر الخير. فهذا من باب مداواة البدعة بالبدعة ، والجهل بالجهل . فهو ليس شهر خير ، ولا شر (مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين – (ج 2 / ص 90)

“Bulan Safar yang baik. Ini tergolong mengobati bidah dengan bidah, mengobati bodoh dengan kebodohan. Safar bukan bulan baik dan bukan bulan buruk” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 2/90)

Keyakinan Tentang Kebaikan dan Keburukan Hanya Dari Allah

Dalam rukun Iman kita telah diajarkan bahwa baik dan buruk adalah takdir dari Allah. Demikian halnya dalam penjelasan Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama:

قَالَ « أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ » (رواه البخارى)

Allah berfirman [dalam hadis Qudsi]: “Hamba-Ku ada yang iman dan kafir kepada Ku. Jika ia berkata: “Kami diberi hujan karena anugerah Allah dan rahmat Nya, maka ia iman pada Ku dan kafir dengan bintang.” Jika ia berkata: “diberi hujan karena bintang, maka ia kafir pada Ku dan iman dengan bintang” (HR al-Bukhari)

Dasar inilah yang dijadikan pedoman bagi para ulama, seperti yang disampaikan oleh ahli hadis Syekh Abdurrauf al-Munawi:

وَالْحَاصِلُ أَنَّ تَوَقِّيَ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ عَلَى جِهَةِ الطِّيَرَةِ وَطَنِّ اعْتِقَادِ الْمُنَجِّمِيْنَ حَرَامٌ شَدِيْدَ التَّحْرِيْمِ إِذِ الْأَيَّامُ كُلُّهَا للهِ تَعَالَى لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ بِذَاتِهَا وَبِدُوْنِ ذَلِكَ لَا ضَيْرَ وَلَا مَحْذُوْرَ (فيض القدير – ج 1 / ص 62)

“Kesimpulannya. Menghindar dari hari Rabu dengan cara merasa sial dan meyakini prediksi peramal adalah haram, sangat terlarang. Sebab semua hari milik Allah. Tidak ada hari yang bisa mendatangkan petaka atau manfaat karena faktor harinya. Kalau bukan karena di atas, maka tidak apa-apa dan tidak dilarang” (Faidl al-Qadir 1/62)

Baca Juga :  Koreksi Penanggalan Nuzūl al-Qurān

*Ma’ruf Khozin, Pecinta Thariqat Mu’tabarah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here