Menjaga Keseimbangan Ibadah Dunia dan Akhirat

1
1443

BincangSyariah.com. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang…Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka. Hai, Malaikat, halaulah mereka ini kembali ke neraka. Letakkan di keraknya,”begitulah komentar Tuhan kepada Haji Saleh dan kawan-kawan senasib, yang kerjaannya setiap hari beribadah di surau, tapi melupakan urusan dunia dan abai terhadap keadaan sosial di sekitarnya.

Tuhan murka dengan perbuatan mereka, hingga alih-alih memasukkan ke surga, Dia memasukkan mereka ke kerak neraka. Tragis.

Kutipan di atas diambil dari cerpen klasik karya A.A. Navis pada tahun 1956 yang berjudul Robohnya Surau Kami. Cerpen ini mengkritik kaum muslim yang cuma “cari aman” dengan hanya rajin melakukan ibadah mahdhah (ibadah ritual seperti salat, puasa, dan haji), tapi di sisi lain, mengesampingkan ibadah ghairu mahdhah (ibadah yang bersifat keduniawian, berkaitan dengan sesama manusia dan alam sekitar).

Kritik ini tampak tetap relevan hingga masa kini. Bahkan kalau kita amati lebih jauh, perilaku seperti ini dalam beberapa kasus, diperparah dengan sikap zalim dan munafik, seperti misalnya orang yang rajin haji tapi juga rajin korupsi, orang yang rajin salat tapi juga suka menebar kebencian kepada orang lain, dan lain sebagainya.

Perilaku seperti ini, selain tidak disukai Allah, sesungguhnya adalah anomali yang bisa berujung pada kepribadian ganda yang berbahaya.

Allah berfirman dalam Alquran Surat Alqashash, ayat 77 yang berbunyi, “dan carilah dalam anugerah Tuhan kepada kamu itu kebahagiaan akhirat, namun janganlah kamu melupakan nasibmu di dunia, dan perbuatlah kebaikan, sebagaimana Allah telah memperbuat kebaikan kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi ini. Sesungguhnya Tuhan tidak suka kepada kaum perusak”.

Baca Juga :  Hukum Membawa Jimat Saat Tes CAT CPNS

Dalam ayat ini, kaum muslim diperintah Allah untuk mencari kebahagiaan akhirat, namun disusul peringatan untuk  tidak boleh melupakan nasibnya dalam kehidupan dunia ini. Kaum muslim juga dituntut untuk berperilaku baik dan konstruktif, alih-alih berbuat negatif dan destruktif.

Konsekuensi logis dari ayat di atas juga berimbas pada keharusan kaum muslim untuk menjaga hubungan vertikal kepada Allah (hablumminallah) dengan baik, begitupun hubungan horizontal kepada sesama manusia (hablumminannas) dan bahkan dengan alam (hablumminalalam).  Keseimbangan antara ketiganya adalah kunci kehidupan bahagia manusia dunia-akhirat.

Tanda-tanda keharmonisan dan keseimbangan tersebut sesungguhnya tampak dalam ritual yang kita kerjakan. Dalam salat misalnya, diawali dengan takbiratul ihram sebagai wujud kita memuji keagungan Allah dan diakhiri dengan salam, dengan menoleh ke kanan dan ke kiri, sebagai penanda kita adalah penebar kedamaian ke seluruh alam.

Begitu juga dalam ibadah puasa Ramadan. Ibadah yang sesungguhnya pemenuhannya, baik buruknya, hanya muslim yang berpuasa dan Allah saja yang mengetahui. Karenanya Allah berkata: “puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan balasannya“.

Di pengujung bulan suci ini, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah kepada fakir miskin. Ibadah sosial ini sebagai bentuk penyucian hambanya yang telah menunaikan puasa selama sebulan, dan untuk menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri.

Manifestasi harapan untuk kehidupan dunia dan akhirat yang baik juga terdapat dalam doa yang sering disebut doa sapu jagad yaitu: Rabbanaa aatinaa  fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qinaa adzaabannaar (Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan hidup di dunia, dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka).

Doa ini mencakup seluruh keinginan dan pengharapan manusia beriman di dunia dan akhirat.

Baca Juga :  Doa Nabi Saw Agar Diberi Kecukupan dari Kebutuhan Dunia dan Akhirat

Namun demikian, supaya diijabahi oleh Allah, kita dituntut tak hanya berdoa saja, tapi juga berikhtiar dengan sebaik-baiknya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here