Menjadi Sufi di Era Milenial, Mari Mengenal Arti “Uzlah” dan “Riyadah”

1
3677

Bincangsyariah.Com – Uzlah atau khalwat dalam tradisi sufi diartikan sebagai bentuk pengasingan diri dari keramaian menuju kesunyian untuk bertafakkur dan mendekatkan diri pada Allah Swt. Uzlah merupakan salah satu rukun dari keempat rukun (diam dan tidak banyak bicara, terus-menerus dalam keadaan lapar dan selalu bangun di tengah malam) yang harus dilakukan oleh kaum sufi sebagaimana juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. di gua Hira’ pada saat pertama kali menerima wahyu dari Allah Swt.melalui malaikat Jibril as. (Lihat: Asy-Syarqawi, Syarh al-Hikam, 2009)

Kegiatan semacam ini bertujuan utama mengolah batin atau spiritualisme. Karena seseorang yang pada hakikatnya terdiri dari dua unsur utama yang berupa wujud zahir dan batin, harus bisa menyeimbangkan antar keduanya agar tidak terjebak ke dalam kesenangan zahir belaka. Karena kesenangan pada wujud zahir belaka, puncaknya hanyalah mengalami kegelisahan dan kegundahan.

Namun, apakah tradisi uzlah atau khalwat dengan pengertian di atas masih tetap layak dijadikan pijakan oleh kaum sufi era sekarang yang sudah sangat jauh berbeda dengan era masa lalu atau malah sebaliknya? Simaklah penjelasan Imam al-Haddad dalam buku Nubdzah Mulakhashah Min Majalis al-Haddad karya Imam Muhammad bin Umar al-Mulla al-Hanafi halaman 31 berikut:

قال الإمام السيد عبد الله بن علوي الحداد الحضرمي رضي الله عنه: ” لاتصلح الخلوة والرياضة في هذا الزمان لعدم شروطهما فيه كأكل الحلال وغير ذلك ولكن من بنى أمره فيه على ملازمة الفرائض وترك المحرمات وما استطاع من النوافل وأمر بمعروف ونهى عن منكر وإعانة ضعيف وإحسان إلى محتاج أو إقامة بمؤونته وما شاكل ذلك وثبت عليىه حصل له ما حصل لأولئك برياضاتهم وخلواتهم وأدرك ماته منها”

Baca Juga :  Ajaran Tasawuf dan Kenapa Generasi Milenial Penting Mempelajarinya

Imam Abdullah bin alawi al-haddad berkata, “uzlah dan riyadah (menurut pengertian serta praktik yang biasa dilakukan oleh kaum sufi dahulu dengan pergi ke suatu tempat yang jauh dari keramaian) pada saat ini sudah tidak lagi menjadi keharusan bagi kaum sufisme, karena keduanya bukan menjadi kriteria baku yang harus dilakukan. Hanya saja seseorang yang konsisten menjaga kewajiban, konsisten menjauhi perkara yang dilarang, mengerjakan kesunnahan semampunya, menyuruh kepada yang baik, mencegah perkara mungkar, menolong yang lemah, menebar kebaikan, dan hal-hal baik lainnya sudah dikatakan sebagai bentuk dari uzlah dan riyadah.”

Dari penjelasan Imam al-Haddad diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa uzlah dan riyadhah dalam tradisi sufisme tidak mengharuskan seseorang pergi ke tempat-tempat sunyi-apalagi lari dari keramaian- sebagaimana yang dialami oleh Rasul pada saat itu. Menurut beliau, uzlah bisa dilakukan dengan cara dan model yang berbeda dari jaman dulu. Uzlah pada era sekarang dititikberatkan pada tindakan yang mengarah terhadap konsistensi menjaga kewajiban, konsistensi menjauhi perkara yang dilarang, mengerjakan kesunnahan semampunya, menyuruh kepada yang baik, mencegah perkara mungkar, menolong yang lemah, menebarkan kebaikan, dan hal-hal baik lainnya. Wallahu A’lam

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here