Menjadi Shaleh Tanpa Menghakimi, Ulil Abshar Abdala : Ikuti Nasehat Imam Syafi’i

0
582

BincangSyariah.Com – Kerisauan terhadap fenomena beragama yang merasa paling benar sendiri dan konsekuensinya adalah menghakimi orang lain saat ini masif terjadi di kalangan masyarakat.  Seperti senang mengkafirkan dan menyalahkan manhaj lain yang berbeda dengan manhaj mereka. Padahal menjadi shaleh seharusnya semakin menghilangkan sifat penghakimannya kepada orang lain.

Menurut Ulil Abshar Abdala, menghakimi merupakan akibat, sebabnya perlu ditelaah. Kenapa terjadi penghakiman? Sebab biasanya orang yang menghakimi, bukan hanya dalam kasus beragama tapi semua kasus, biasanya dia punya posisi moral yang tinggi dan begitu semangatnya mempertahankan posisi moralnya sehingga ia cenderung menghakimi orang yang posisi moralnya berbenda sebagai orang yang salah.

Katakanlah jika orang mempunyai strong opinion, biasanya cenderung untuk melihat orang yang berbeda sebagai orang yang ada di pihak yang salah. Ini gejala yang manusiawi. Semua manusia punya kecenderungan semacam ini.

“Karena kita punya kecenderungan ini maka sebaiknya kita hati-hati,” ujar laki-laki yang akrab disapa Gus Ulil itu pada diskusi bulanan di KOMUJI pada akhir bulan Oktober yang lalu.

Lalu bagaimana caranya agar kita beragama yang shaleh tapi tanpa menghakimi?

Gus Ulil lalu menyebutkan sebuah ajaran yang sangat bijaksana yang pernah dicontohkan oleh Imam Syafi’i, seorang Imam Madzhab yang oaling banyak diikuti oleh masyarakat Indonesia. Beliau mengatakan

رأيي صواب ويحتمل الخطأ ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب

“Pendapatku benar, tapi bisa jadi salah. Dan pendapat selain ku itu salah, tapi bisa jadi benar”.

Menurut Gus Ulil, sebagai imam besar yang diikuti oleh kebanyakan orang Indonesia, Imam Syafi’i adalah orang yang punya strong opinion dalam isu keagamaan terutama dalam hukum Islam. Tapi menariknya,  Imam Syafi’i terkenal dengan ucapannya ini.

Baca Juga :  KOMUJI: Dakwah Sambil Bernyanyi

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Imam Syafii tadi itu yang paling ideal. “Sikap yang sehat dalam orang yang punya pendapat kuat adalah meragukan diri sendiri dan musuh kita apakah betul mereka sepenuhnya salah? Itu adalah sikap yang paling ideal” ujarnya

Jadi punya pendapat yang kuat dalam suatu hal itu penting sekali tapi bagaimana agar pendapat itu tidak disertai dengan menghakimi orang lain maka kita bisa mengikuti apa yang dicontohkan oleh Imam Syafi’i.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here