Meninggal Akibat Kebakaran, Apakah Mati Syahid?

1
19

BincangSyariah.Com—Pada Senin (29/03) dini hari, tangki penyimpan bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengalami kebakaran. Akibat kebakaran setidaknya ada 20 korban luka. Nah dalam Islam, korban meninggal akibat kebakaran, apakah tergolong syahid?

Orang yang meninggal akibat kebakaran menurut hadis Nabi Muhammad tergolong mati syahid akhirat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah bersabda;

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُونُ، وَالْمَبْطُونُ، وَالْغَرِقُ، وَصَاحِبُ الْهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

Syuhada’ ada lima: orang yang meninggal sebab terjangkit wabah tho’un, orang yang meningggal sebab sakit perut, orang yang tenggelam, orang tertimpa reruntuhan, dan mereka yang syahid di jalan jalan Allah ‘Azza wa Jalla (Hadis nomor 8.305, Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal, juz 14: 58).

Menurut Abu Zakaria Muhyuddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi, dalam kitab al Majmu’ Syarah al Muhadzab  mengatakan bahwa orang yang meninggal sebab kebakaran tergolong dalam mati Syahid akhirat. Meskipun syahid akhirat, ia tetap dishalatkan dan dimandikan.

Imam Nawawi dalam al Majmu’ Syarah al Muhadzab, Jilid V,halaman 264;

الثاني; شهيد في الآخرة دون الدنيا وهو المبطون والمطعون والغريق واشباههم

Artinya: kedua, syahid akhirat bukan dunia, dia meninggal sebab wabah, dan kelaparan, dan kelaparan, dan sebab meninggal yang menyerupainya.

Pada sisi lain,Ibn Hajar al Haitami menyatakan pandangan yang serupa. Dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj, Juz 3, Ibn Hajar mengatakan bahwa orang yang meninggal akibat kebakaran akibat kebakaran tergolong mati syahid akhirat.

Ibn Hajar al Haitami dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj, Juz 3, halaman 166, mengatakan;

(اماالشهيد الاخرة فقط كغريق و مبطون و حريق) و كتب عليه العلامة الشوبري قال شيخنا ابن عبد الحق : ما اذا قتل على غير الكيفية المأذون

Artinya: Adapun syahid akhirat saja adalah seperti meninggal akibat tenggelam, sakit perut, dan kebakaran. Dan menulis Syubari, berkata Syekh Ibn Abdil Haq; tergolong pada syahid akhirat itu adalah orang yang terbunuh/meninggal secara tak wajar.

Menurut Habib Syekh Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim al- Kaff menjelaskan secara terperinci tentang orang yang meninggal dan dikategorikan sebagai syahid akhirat. Dalam kitab, at-Taqrir as-Sadidah fil Masailil Mufidah, Syekh Habib Al-Kaff mengatakan orang yang meninggal dan digolongka syahid akhirat sampai pada 70 macam.

Habib Kaff mengatakan;

شهيد الاخيرة ; وهم كثير او صلهم بعضهم الى سبعين , كمن قتل دون ماله او نفسه او عرضه , و المبطون , والغريق , والحريق

Syahid akhirat itu sangat banyak macamnya, sebagian ulama berpendapat sampai 70 macam penyebabnya seorang dinamakan mati dalam keadaan mati syahid akhirat. Seperti; Seperti seseorang yang terbunuh tanpa uangnya, atau dirinya sendiri, atau kehormatannya, dan orang yang mati akibat tenggelam, dan  dan kebakaran api.

Demikian penjelasan tentang syahid akhirat  orang yang meninggal akibat kebakaran. Semoga bermanfaat.

(Baca:Meninggal di Tanah Haram, Apakah Mati Syahid?)

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here