Hukum Mengusap Kepala Anak Yatim Non-Muslim, Apakah Dianjurkan?

0
776

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, kita dianjurkan untuk perhatian dan mengasihani anak yatim dengan cara menanggung nafkahnya, tidak menelentarkan dan membentaknya. Bahkan kita dianjurkan untuk mengusap kepala anak yatim sebagai bentuk kasih sayang. Namun bagaimana jika anak yatim tersebut berstatus sebagai non-muslim, apakah dianjurkan mengusap kepalanya sebagaimana anak yatim yang berstatus sebagai muslim?

Terdapat banyak riwayat hadis yang menjelaskan mengenai keutamaan mengusap kepala anak yatim. Di antaranya adalah hadis Imam Ahmad dari Abu Hurairah, dia berkisah;

ان رجلا شكى إلى النبي صلى الله عليه و سلم قسوة قلبه فقال اطعم المسكين وامسح رأس اليتيم

Sesungguhnya seorang lelaki mengadu pada Nabi Saw tentang hatinya yang keras, maka Nabi Saw bersabda; Berilah makanan kepada orang miskin  dan usaplah kepala anak yatim. (Baca: Doa Ketika Mengusap Kepala Anak Yatim)

Juga berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Al-Thabrani, dari Abu Umamah, bahwa Nabi Saw bersabda;

من مسح رأس يتيم لا يمسحه الا لله كان له بكل شعرة تمر يده عليها حسنة

Barangsiapa mengusap kepala anak yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan.

Menurut Imam Al-Munawi, anjuran mengusap kepala anak yatim tidak hanya berlaku pada anak yatim yang berstatus sebagai muslim, namun juga berlaku pada anak yatim yang berstatus sebagai non-muslim. Hal ini karena dari berbagai hadis yang menganjurkan mengusap kepala anak yatim, semuanya bersifat umum, tidak hanya khusus bagi anak yatim muslim saja.

Selain itu, menurut Imam Al-Munawi, tidak ada satu pun ulama yang mengatakan bahwa anjuran mengusap kepala anak yatim hanya berlaku pada anak yatim muslim saja. Beliau berkata dalam kitab Faidhul Qadir sebagai berikut;

واطلاق الاخبار شامل لأيتام الكفار ولم ار من خصها بالمسلم

Baca Juga :  Hancurnya Bangsa karena Salah Memilih Pemimpin

Kemutlakan berbagai hadis (tentang mengusap kepala anak yatim) mencakup terhadap anak-anak yatim non-muslim, dan aku tidak pernah mengetahui ada ulama yang mengkhususkan hanya untuk anak yatim muslim saja.

Dengan demikian, mengusap kepala anak yatim non-muslim hukumnya boleh, bahkan dianjurkan sebagaimana anjuran mengusap kepala anak yatim muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here