Menguji Keaslian Hadis ‘Terpecahnya Umat Islam Menjadi 73 Golongan’

6
7652

BincangSyariah.Com – Hadis Nabi Muhammad Saw. merupakan pedoman kedua bagi umat Islam setelah al-Qur’an. Segala tindak tanduk, ucapan dan persetujuan Nabi Saw menjadi perhatian penting bagi umatnya. Begitu pula dengan semua prediksi-prediksi Nabi Saw. tentang peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang atau disebut juga dengan hadis futuristik yang merupakan salah satu dari kemu’jizatan Nabi Saw. Diantaranya adalah hadis prediksi Nabi Saw. bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 firqah, semua akan masuk neraka kecuali satu yang masuk surga.

Rasulullah Saw. bersabda: “Akan datang kepada umatku sebagaimana yang terjadi kepada Bani Israil. Mereka meniru perilaku seseorang dengan sepadannya, walaupun diantara mereka ada yang menggauli ibunya terang-terangan, niscaya akan ada diantara umatku yang melakukan seperti mereka. Sesungguhnya Bani Israil berkelompok menjadi 72 golongan. Dan umatku akan berkelompok menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan. Sahabat bertanya: Siapa mereka itu Rasulullah? Rasulullah menjawab: “(mereka adalah golongan yang mengikuti) apa yang ada padaku dan sahabat-sahabatku.”

Hadis ini memiliki lima jalur periwayatan dengan redaksi yang berbeda tetapi dalam konten yang sama. Pertama jalur Abdullah bin ‘Amr diriwayatkan oleh imam al-Tirmidzi dalam kitab Sunannya. Kedua jalur Mu’awiyyah bin Abi Sufyan, ketiga jalur Abu Hurairah, keduanya diriwayatkan oleh imam Abu Daud dalam kitab Sunannya. Keempat jalur Auf bin Malik dan kelima jalur Anas bin Malik yang masing-masing diriwayatkan oleh imam Ibn Majah dalam kitab Sunannya.

Menurut penelitian imam al-Iraqi, rangkaian sanad dalam periwayatan imam al-Tirmidzi, imam Abu Daud dan imam Ibn Majah dinilai bagus. Begitu pula dengan pendapat imam al Hakim dan imam Ibn Taimiyyah, mereka menilai hadis tersebut Shahih. Sementara imam al-Tirmidzi memberikan penilaian periwayatannya dengan kriteria Hasan. Jadi, hadis tentang terpecahnya umat Islam menjadi 73 firqah tersebut minimal bernilai Hasan atau dapat naik menjadi shahih li ghairihi, karena terdapat banyak jalur, sehingga sebagaimana menurut imam Ibn Katsir antara satu jalur hadis dengan jalur yang lainnya saling menguatkan.

Baca Juga :  Kritik Hadis Fenomena Terpecahnya Umat Islam Menjadi Dua Golongan

Dari pengertian hadis di atas dapat difahami bahwa penganut suatu agama sejak sebelum Nabi Muhammad Saw. (Bani Israil) sudah banyak yang “menyimpang” dari ajaran aslinya, sehingga terjadi banyak interpretasi yang kemudian terakumulasi menjadi firqah-firqah. Umat Nabi Muhammad Saw. pun akan menjadi firqah-firqah. Namun berapa jumlahnya?, dalam redaksi hadis di atas disebutkan 73 firqah, sementara di dalam redaksi hadis lainnya ada yang menyebutkan 72 firqah. Angka tersebut dapat dipahami secara tekstual, yakni angka itu pasti 72 atau 73, namun dapat diartikan juga angka tersebut hanya mengindikasikan banyaknya firqah yang akan muncul di tubuh umat Islam.

Hadis futuristik di atas menurut imam Abu Manshur Abdul Qahir bin Thahir al-Tamimi berpendapat bahwa golongan-golongan yang terpecah itu bukan dalam masalah fiqh. Melainkan mereka terpecah belah dalam masalah tauhid, yang saling mengkafirkan  antara satu dengan lainnya. Meskipun demikian dalam hadis tersebut, Nabi Saw. masih mengakui semua firqah sebagai umatnya. Berarti apapun nama firqah mereka, dan apapun produk pemikiran dan pendapat mereka asal masih mengakui Allah Swt. sebagai Tuhan, Muhammad Saw sebagai Nabi, Ka’bah sebagai kiblatnya tetap diakui muslim. Tidak boleh dicap sebagai kafir.

Dalam hal ini Nabi Saw. berkata: “Siapa yang memanggil saudaranya hai orang kafir, maka salah satunya akan benar-benar menjadi kafir. Apabila yang dipanggil memang kafir, ia benar-benar kafir. Apabila yang dipanggil tidak kafir, maka yang memanggillah yang menjadi kafir.” Maka menuduh sesama muslim sebagai kafir sangat harus dihindari, kecuali dia sudah jelas melakukan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan ia kafir.

Sementara semua firqah itu masuk neraka kecuali satu, yaitu mereka yang tidak sesuai dengan sunnah Nabi Saw. dan para sahabatnya akan masuk neraka dahulu, tapi tidak kekal di dalamnya yang nantinya akan diangkat ke surga kalau masih ada secuil iman dalam hatinya. Sebagaimana ditegaskan dalam Hadis Shahih al-Bukhari diriwayatkan bahwa Allah Swt akan mengeluarkan hamba-hambaNya yang memiliki iman secuilpun di dalam hatinya dari neraka.

Baca Juga :  Hadis Memotong Kuku Saat Qurban Idul Adha

Sedangkan di dalam hadis futuristik di atas, Nabi Saw. hanya menyebutkan satu kelompok yang selamat. Mereka adalah kelompok yang mau mengikuti sesuai apa yang dicontohkan Nabi Saw. dan para sahabatnya. Hal ini juga ditegaskan Nabi Saw. di dalam hadis lainnya, “Maka berpegang teguhlah kalian terhadap Sunnah-ku serta sunnah Khulafa’ al-Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Pedomanilah sunnah (jalan hidup) mereka dan pegangilah erat-erat!” (HR. Abu Daud). Jadi, tidak menuntut kemungkinan kelompok yang selamat tersebut berada di berbagai tempat, masa, dan jama’ah. Tidak harus satu organisasi, satu negara, satu masa atau satu partai dan golongan.

6 KOMENTAR

  1. “Jadi, tidak menuntut kemungkinan kelompok yang selamat tersebut berada di berbagai tempat, masa, dan jama’ah. Tidak harus satu organisasi, satu negara, satu masa atau satu partai dan golongan.”

    Kok menyimpulkan sendiri? Berdasarkan pemikiran sendiri? Wkwkwk ini website ahlul bid’ah yak?

    • memang begitu kan? pada akhirnya masing masing individu menyimpulkan sendiri. bahkan dari sumber yang sama sangat mungkin berbeda kesimpulan.

  2. Sy Se7 dengan kesimpulan seperti itu masuk diakal, mungkin ada yg mengatakan golongannya atau organisasinya yg selamat itu gak masuk akal bro, tiap orang membawa amalannya masing2 bukan amalan organisasinya

  3. bagai mana dengan yg terdapat pada surah alwaqiah bahwa pada hari kiamat nanti manusia akan menjadi 3 golongan saja, golongan kanan, golongan kiri dan golongan syabiqun dan mayoritas masuk syurga dalah satunya adalah umat kemudian (yaitu termasuk kita kita ini). Jadi jika hadist 73 golongan (umat islam terpecah) hanya 1 golongan yang masuk syurga maka bertentangan dengan Al-Qur’an surah alwaqiah. bagai mana ini pak ust.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here