Hukum Membaca Rodhiyallaahu ‘Anhu Ketika Mendengar Nama Sahabat Saat Khutbah

0
129

BincangSyariah.Com – Ketika kita mendengar nama sahabat disebut, maka kita disunnahkan untuk membaca taradhdhi atau rodhiyallaahu ‘anhu. Namun bagaimana jika kita mendengar nama sahabat disebut dalam khutbah, apakah hal itu tetap disunnahkan?

Menurut para ulama, membaca taradhdhi ketika nama sahabat hukumnya adalah sunnah, meskipun hal itu saat khutbah Jumat. Oleh karena itu, jika khatib menyebut nama sahabat dalam khutbahnya, maka kita dianjurkan untuk membaca ‘rodhiyallaahu ‘anhu’. Membaca taradhdhi ketika nama sahabat disebut saat khutbah Jumat lebih baik daripada diam. (Baca: Ukuran Minimal Ayat yang Dibaca dalam Khutbah Jumat)

Ini sebagaimana disebutkan oleh Habib Abdurrahman dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

ينبغي لسامع الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم أو الترضي عن الصحابة حال الخطبة أن يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم وأن يترضى عنهم فهو أفضل من الانصات وقد أوجب جمع الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم كلما ذكر

Selayaknya bagi orang yang mendengar nama Nabi Saw dan sahabat untuk membaca shalawat kepada Nabi Saw dan membaca ‘rodhiyallaahu ‘anhu’ kepada para sahabat. Ia lebih baik daripada diam. Bahkan sebagian ulama telah mewajibkan membaca shalawat kepada Nabi Saw setiap kali nama beliau disebut.

Dalam kitab I’anatut Thalibin, Syaikh Abu Bakar Syatha juga menyebutkan sebagai berikut;

وَلَا يَبْعُدُ نَدَبُ التَّرَضَّى عَنِ الصَّحَابَةِ بَلَا رَفَعَ صَوْت أَيٌّ تَرْضَى السَّامِعِينَ عَنْهُمْ عِنْدَ ذَكَرَ الْخَطِيبُ أَسَمَاءَهُمْ . أَمَّا مَعَ رَفْعِ الصَّوْتِ فَلَا يُنْدَبُ لِأَنَّ فِيه تَشْوِيشًا

Demikian pula disunnahkan membaca taradhdhi bagi para pendengar untuk para sahabat asalkan tidak keras pada saat nama mereka disebut oleh khatib. Namun jika dibaca dengan keras tidak lagi disunaahkan, karena itu mengganggu orang lain.

Baca Juga :  Kritik Ibn Khaldun pada Filosof soal Memahami Tuhan dengan Logika

Juga disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

يَنْبَغِي لِسَامِعِ التَّرَضِّي عَنِ الصَّحَابَةِ وَلَوْ حَال الْخُطْبَةِ أَنْ يَتَرَضَّى عَنْهُمْ، كَمَا يَنْبَغِي لِسَامِعِ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ لأِنَّهُ أَفْضَل مِنَ الإْنْصَاتِ

Sebaiknya membaca taradhdhi bagi orang yang mendengar nama sahabat disebut, meskipun saat khutbah, sebagaimana juga sebaiknya membaca shalawat kepada Nabi Saw. Karena hal itu lebih utama dibanding diam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here