Kewajiban Menghormati Orang Tua yang Sudah Beruban dalam Islam

0
606

BincangSyariah.Com – Dalam banyak kesempatan, kita sudah banyak mendengar bahwa Nabi Saw diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak umatnya. Tugas ini telah dilakukan oleh Nabi Saw dengan baik dan sempurna. Beliau telah mengajarkan umatnya adab dan tata krama kepada sesama manusia. Ini merupakan upaya agar terciptanya keharmonisan dan hubungan yang baik di antara mereka.

Di antara ada yang diajarkan oleh Nabi Saw adalah adab terhadap yang lebih tua, terutama kepada yang sudah beruban. Bahkan beliau memperingatkan bahwa menghormati orang tau, terutama yang sudah beruban, merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap keagungan Allah. Dalam hadis riwayat Ibnu Abdil Barr, Nabi Saw bersabda;

مِنْ تَعْظِيْمِ جَلاَلِ اللهِ اِكْرَامُ ثَلَاثَةٍ; الِامَامِ العَادِلِ، وَذِي الشَّيْبَةِ المُسْلِمِ، وَحَامِلِ اْلقُرانِ

Sebagian dari bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan tiga orang: pemimpin yang adil, orang tua beruban yang muslim, dan pengkaji Al-Quran.

Sebagian dari bentuk menghormati yang lebih tua adalah mendahulukan keperluannya terlebih dahulu, baik dari tempat dan lainnya. Disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Anas bin Malik, dia berkisah bahwa suatu ketika ada seorang yang sudah lanjut usia hendak menemuai Nabi Saw, namun para sahabat yang lain terkesan lambat memberikan tempat duduk untuknya, maka Nabi Saw langsung bersabda;

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ شَرَفَ كَبِيرِنَا

Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi orang muda di antara kami, dan tidak mengetahui kemuliaan orang-orang yang tua di antara kami.

Selain itu, tidak berbicara mendahului orang yang lebih tua termasuk adab yang dianjarkan oleh Nabi Saw. Adab ini senantiasa diajarkan oleh Nabi Saw kepada para sahabatnya sehingga mereka benar-benar mempraktikkan adab dalam kehidupan mereka. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, dari Samurah bin Jundub, dia berkisah;

Baca Juga :  Belajar Tauhid; Cara Meyakini Perbuatan-perbuatan Allah Berbeda dengan MakhlukNya

لَقَدْ كُنْتُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- غُلاَمًا فَكُنْتُ أَحْفَظُ عَنْهُ فَمَا يَمْنَعُنِى مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ أَنَّ هَا هُنَا رِجَالاً هُمْ أَسَنُّ مِنِّى

Sungguh aku dahulu di zaman Rasulullah Saw adalah seorang anak, dan aku telah menghafal (hadis-hadis) dari beliau, dan tidaklah menghalangiku untuk mengucapkannya kecuali karena di sana ada orang-orang yang lebih tua daripada diriku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here