Menghormati Orang Mukmin Lebih Utama Dibanding Menghormati Ka’bah, Mengapa?

0
765

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, Ka’bah merupakan kiblat seluruh kaum muslim dalam beribadah, tempat melaksanakan ibadah haji dan merupakan tempat pertama yang dijadikan sarana untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, ia merupakan tempat yang diberkahi oleh Allah.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 97;

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Karena itu, Ka’bah termasuk salah satu syiar Islam yang wajib dihormati dan diagungkan. Menghormati tempat yang dimuliakan oleh Allah termasuk bagian ketakwaan kepada-Nya. Dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 32, Allah berfirman;

وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللهِ فَاِنّهَا مِنْ تَقْوَى القُلُوْبِ

Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.

Ayat ini juga diperkuat dengan firman Allah yang lain dalam surat al-Hajj ayat 30;

وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللهِ فَهُوَ خَيْرٌ لّهُ عِنْدَ رَبِّهِ

 Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya.

Melalui dua ayat di atas, Allah menjelaskan tentang keharusan mengagungkan syiar-syiar-Nya, dan juga apa yang terhormat di sisi-Nya. Ka’bah termasuk di antara syiar-Nya dan juga terhormat di sisi-Nya, sehingga dengan demikian wajib mengagungkan Ka’bah.

Meski demikian, kehormatan dan keagungan Ka’bah ini masih kalah dibanding kehormatan dan keagungan seorang mukmin. Karena itu, jika Ka’bah wajib dihormati dan diagungkan, maka seorang mukmin lebih utama dan lebih wajib untuk dihormati. Bahkan bisa dikatakan bahwa menghormati seorang mukmin lebih utama dibanding menghormati Ka’bah.

Baca Juga :  Hukum Mengumpat dengan Cebong atau Kampret

Ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Umar, dia pernah berkisah;

رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يطوف بالكعبة، ويقول: ما أطيبك، وأطيب ريحك! ما أعظمك، وأعظم حرمتك! والذي نفس محمد بيده، لحرمة المؤمن أعظم عند الله حرمة منك، ماله، ودمه.

Saya pernah melihat Rasulullah Saw thawaf di Ka’bah dan beliau berkata; ‘Alangkah wanginya kamu dan alangkah wanginya baumu! Alangkah agungnya kamu dan alangkah agungnya kehormatanmu! Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan orang mukmin lebih agung di sisi Allah dibanding kehormatanmu, hartanya dan darahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here