Apakah Menghirup Inhaler Membatalkan Puasa?

0
1128

BincangSyariah.Com – Setiap orang muslim yang melaksanakan kewajiban puasa pasti berusaha untuk menghindari hal-hal yang membatalkan puasanya. Oleh karena itu, penting kiranya kita belajar serta mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa. Maka tak heran selama puasa ini banyak pertanyaan berseliweran terkait dengan batal tidaknya puasa. Seperti pertanyaan: Apakah menghirup inhaler dapat membatalkan puasa kita? (Baca: Kamu Harus Tahu Hal-hal yang Membatalkan Puasa Ini)

Sebagaimana yang telah diketahui, inhaler merupakan perangkat alat obat genggam yang digunakan untuk mengatasi asma atau gangguan pernafasan lainnya. Inhaler memiliki fungsi sebagai alat untuk menyalurkan obat asma secara langsung melalui udara ke dalam saluran pernafasan. Dengan menggunakan inhaler ini, setidaknya bisa meringankan gejala asma lebih cepat dengan sedikit efek samping bagi setiap penggunanya.

Melihat pada cara penggunaan inhaler di atas, kita mengetahui bahwa udara dengan aroma obat yang dihirup oleh pengguna inhaler tersebut masuk ke dalam rongga tenggorokan yang merupakan salah satu lubang jauf (lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam). Puasa seseorang akan batal bila ada materi (ain) yang masuk ke dalam jauf dengan cara disengaja.

Namun bila yang masuk ke jauf  bukan berbentuk materi (ain)  melainkan aroma atau bau, maka puasanya tetap sah, sekalipun aroma tadi dihirup secara secara sengaja. Syekh Abdurrahman Ba’lawi menjelaskan hal tersebut dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin  (140):

(فَائِدَةٌ) لَا يَضُرُّ وُصُوْلُ الرِّيْحِ بِالشُّمِّ وَكَذَا مِنَ الفَمِ كَرَائِحَةِ البُخُوْرِ أَوْ غَيْرِهِ إِلَى الجَوْفِ وَإِنْ تَعَمَّدَهُ لِأَنَّهُ لَيْسَ عَيْنًا

“Tidak membatalkan puasa bila  aroma yang dihirup, seperti aroma kemenyan dan lainnya, masuk ke lubang jauf meskipun dilakukan secara sengaja. Sebab aroma bukan tergolong ‘ain (benda)”

Dengan demikian, jelas menghirup inhaler sebagai obat untuk gangguan pernapasan tidaklah membatalkan puasa. Namun perlu digarisbawahi, kebolehan menghirup inhaler saat berpuasa ini berlaku bila memang ada kebutuhan, semisal untuk meringankan gejala asma. Bila tidak ada kebutuhan sama sekali, maka hukumnya makruh. Hal ini dijelaskan dalam kitab Tanwirul Qulub (281) :

Baca Juga :  Kamu Harus Tahu Hal-hal yang Membatalkan Puasa Ini

وَمَكْرُوْهَاتُهُ شَمُّ الرِّيَاحِيْنَ –إلى أن قَال – لِمَا يَتَخَلَّلُ مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا لِحَاجَةٍ. فَإِنْ كَانَ لَهَا كَطَبَّاخٍ وَمَنْ يَمْضَغُ لِغَيْرِهِ كَوَلَدٍ صَغِيْرٍ وَحَيَوَانٍ فَلَا كَرَاهَةَ.

“Di antara makruh-makruhnya puasa adalah menghirup aroma…karena ada sesuatu yang bercampur di dalam aroma tadi kecuali bila ada suatu kebutuhan. Bila ada kebutuhan maka tidak makruh lagi,  seperti seorang juru masak dan orang yang mengunyahkan makanan untuk anak kecil dan hewan”

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here