Mengganti Debu dengan Sabun untuk Menyucikan Najis Anjing, Bolehkah?

3
2986

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa dalam mazhab Syafi’i, anjing termasuk jenis hewan yang najis, bahkan tergolong najis berat atau mughalladzah. Ketika kita menyentuh bagian tubuh anjing, maka harus disucikan dengan tujuh kali basuhan dan salah satunya harus menggunakan debu. Namun bagaimana hukum menggantikan debu dengan sabun saat mensucikan najis anjing tersebut, apakah boleh?

Terdapat perbedaan di kalangan ulama terkait masalah ini. Disebutkan dalam kitab Kifayatul Akhyar, bahwa ada tiga pendapat ulama terkait kebolehan mengganti debu dengan sabun saat mensucikan najis anjing.

Pertama, sabun bisa menggantikan debu, sebagaimana benda lain selain batu bisa menggantikan batu saat istinjak. Ini adalah pendapat yang disahihkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Ru-usul Masa-il.

Kedua, sabun tidak bisa menggantikan debu saat mensucikan najis anjing. Hal ini karena penyucian najis anjing berkaitan dengan debu, bukan dengan lainnya. Karena itu, sabun atau lainnya tidak bisa menggantikan debu. Ini adalah pendapat Imam Rafi’i.

Ketiga, jika tidak ada debu, maka bisa digantikan dengan sabun. Sebaliknya, jika ada debu, maka tidak boleh digantikan oleh sabun.

Ketiga pendapat ini telah dijelaskan oleh Syaikh Taqiyuddin Abu Bakar al-Hishni dalam kitabnya Kifayatul Akhyar berikut;

وهل يقوم الصابون والأشنان مقام التراب؟ فيه أقوال أحدها نعم كما يقوم غير الحجر مقامه في الاستنجاء وكما يقوم غير الشب والقرظ في الدباغ مقام وهذا ما صححه النووي في كتابه روؤس المسائل والأظهر في الرافعي والروضة وشرح المهذب أنه لا يقوم لأنها طهارة متعلقة بالتراب فلا يقوم غيره مقامه كاليتيم والقول الثالث إن وجد التراب لم يقم وإلا قام

“Apakah sabun dan kayu asynan bisa menggantikan debu? Ada beberapa pendapat. Pertama, iya. Hal ini sebagaimana selain batu bisa menggantikan batu dalam istinjak, juga sebagaimana selain daun tawan dan qaradz (dua pohon untuk menyamak) bisa menggantikan keduanya. Ini yang dishahihkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Ru-usul Masa-il. (Kedua), menurut pendapat azhar (yang tampak) dari Imam Rafi’i, juga di dalam kitab Raudhah dan Syarh Muhazzab, bahwa sabun tidak bisa menggantikan debu karena penyucian najis anjing berkaitan dengan debu sehingga tidak bisa digantikan dengan lainnya, seperti tayammum. Ketiga, jika ada debu, maka sabun tidak bisa menggantikan. Namun jika tidak ada, maka bisa menggantikan.”

Baca Juga :  Mengambil Buah Jatuh di Area Kuburan, Apakah Boleh?

3 KOMENTAR

  1. Apakah najis mugolazoh yg terkena tangan tapi tidak dibersihkan dengan tanah akan terus menerus berstatus najis?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here