Mengenal Thaifah Manshurah

0
2480

BincangSyariah.Com – Kelompok kekerasan ekstrim menyebut dirinya Thaifah Manshurah (kaum pemenang). Sebelumnya, sejak tahun 80-an, mereka lebih sering menyebut diri sebagai mujahidin (kaum pejihad).

Penambahan sebutan ini bertujuan memberi motivasi agar semangat berperang senantiasa menyala dalam dada. Dimana mereka adalah golongan yang diramalkan akan selalu menang dalam perjuangan dan pertempuran sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad saw.Sekalipun terkadang ada yang berlebihan dengan mengobarkan semangat perang kepada sesama umat Islam.

Mungkin karena tidak menemukan musuh yang berbeda agama. Sikap berlebihan lainnya, adalah membatasi cakupan thaifah manshurah hanya pada kelompok yang berperang (al-thaifah al-mujahidah). Padahal, para ulama ahli hadis memberikan pengertian yang lebih luas sebagaimana akan kita ulas nanti.

Memang benar, Rasulullah saw. pernah mengatakan bahwa di kalangan umat Islam akan ada kelompok yang akan berjuang membela agamanya hingga kiamat. Mereka akan selalu menang danberhasil mempertahankan agamanya.

عَنِ المُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لاَ يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ، حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ

Dari Mughirah bin Syu’bah dari Nabi saw. yang bersabda, “Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang menang sampai datang kepada mereka ketentuan Allah sedang mereka dalam posisi menang.” (HR. Al-Bukhari)

Hadis tentang “Thaifah Manshurah” dalam banyak kitab hadis: Sahih Al-Bukhari, Sahih Muslim, Musnad Ahmad, Sunan Abu Daud, Sunan Al-Tirmidzi, Sunan Al-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, Sahih Ibnu Hibban dan lainnya. Terdapat banyak varian redaksi terkait hadis tersebut.

Al-Bukhari mencantumkan hadis Thaifah Manshurah dalam bab qaul al-nabiyy sallallahu alaihi wa sallam la tazalu thaifah min ummati zhahirina al-haqq yuqatiluna wa hum ahlu al-‘ilmi(bab tentang ucapan Nabi saw. selalu ada golongan umatku yang menang di atas kebenaran yang berjuang, mereka adalah ahlul ilmi).

Dalam Sahih Muslim, hadis tersebut berada dalam Bab Qaulihi Sallallahu Alaihi Wa Sallam La Tazalu Thaifah Min Ummati Zhahirin Ala Al-Haqq La Yadhurruhum Man Khalafahum (Bab Ucapan Nabi saw. selalu ada kelompok umatku yang menang di atas kebenaran, tak membahayakan mereka orang-orang yang melawannya). Abu Daud menyebutkan dalam bab dawam al-jihad (keberlangsungan jihad).

Al-Tirmidzi mencantumkan dalam bab ma ja’a fi al-a’immah al-mudhillin (para pemimpin yang menyesatkan) dan bab ma ja’a fi al-sham (keterangan tentang negeri syam). Al-Nasa’i mencantumkannya dalam bab mata tadha’ al-harb auzaraha(kapan perang berhenti). Sedangkan Ibnu Hibban menyebutkannya dalam bab itsbat al-nushrah li ashhab al-hadits ila qiyam al-sa’ah(tetapnya kemenangan golongan ahli hadis sampai kiamat).

Para ahli hadis berbeda pendapat tentang siapa yang dimaksud dengan kelompok yang selalu menang tersebut. Ali bin Al-Madini (w. 234 H.) menyatakan mereka adalah ahli hadis. Pendapat ini diikuti Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H.). Imam Al-Bukhari, sebagaimana beliau tulis sebagai judul bab dalam Sahih Al-Bukhari, mengatakan mereka adalah ahlul ilmi (ulama). Al-Tirmidzi (w. 279 H.) mengidentifikasi thaifah manshurah adalah penduduk Syam. Ibnu Hibban (w. 354 H.) setuju dengan pendapat yang mengartikan thaifah manshurah adalah ahli hadis.

Al-Thaibi (w. 743 H.) dalam Syarh Al-Thaibi Ala Misykat Al-Mashabih mendukung pendapat yang mengatakan mereka adalah penduduk Syam. Imam Al-Nawawi (w. 676 H.), setelah menyebutkan beberapa pendapat tentang siapa kelompok yang selalu menang tersebut,mengatakan, sangat mungkin yang dimaksud kelompok pembela agama dalam hadis terdiri dari banyak kelompok di kalangan umat Islam.

Al-Nawawi menyebut beberapa kelompok yang potensial menjadi thaifah manshurah tersebut. Pertama, kelompok pemberani yang berjuang dengan cara berperang di medan perang. Kedua, para ahli hukum agama (fuqaha). Ketiga, para penghafal dan ulama yang menaruh perhatian tinggi pada hadis-hadis Nabi saw. Keempat, para ahli ibadah yang menjauhi perkara duniawi (zuhhad). Kelima, pejabat hisbah yang bertugas melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Keenam, kelompok muslim lain yang melaksanakan kebajikan. Al-Nawawi juga memahami bahwa kelompok pejuang tersebut bisa jadi tersebar di seluruh dunia, tidak berkumpul dalam satu tempat dan satu zaman (Syarah Shahih Muslim, jilid 13, hlm. 66-67)

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa yang dimaksud kelompok yang selalumenang dalam hadis Rasulullah saw. bukan hanya orang-orang yang berada di medan perang. Orang-orang yang selalu menjalankan kebaikan juga termasuk dalam Thaifah Manshurah. Para ulama ahli hadis, ahli fikih, dan ahli ibadah adalah bagian dari Thaifah Manshurah.

Mereka menegakkan agama dan menang. Menjadikan agama Islam dapat tegak di muka bumi hingga hari ini. Peran kelompok-kelompok umat Islam tersebut tidak dapat dinafikan karena begitu nyata. Islam yang tampak dalam syiar-syiar keislaman di negeri-negeri mayoritas Muslim, adalah bukti bahwa mereka pemenang di atas kebenaran Islam.

Ada yang terbalik dalam pemahaman sebagian orang. Mereka yang diandaikan menjadi thaifah manshurah dengan cara berperang, justru terlibat dalam pembantaian serta penghancuran syiar-syiar Islam di muka bumi. Membuat orang takut kepada Islam dan umat Islam. Membuat manusia takut kepada Islam adalah upaya untuk meruntuhkan Islam itu sendiri.

Demikian penjelasan para ulama mengenai siapa yang dimaksud Thaifah Manshurah yang ternyata punya cakupan luas. Orang-orang awam yang rajin beribadah, jujur, dermawan, dan menjalani kehidupannya secara normal, mereka juga dapat masuk dalam golongan thaifah manshurah. Karena, syiar Islam dapat lahir dari amal perbuatan mereka. Wallahu a’lam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here