Mengenal Transportasi di Zaman Nabi Muhammad Saw.

0
14

BincangSyariah.Com – Alat transportasi merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Pasalnya, ia akan sangat memudahkan manusia untuk berpindah serta mengangkut barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Saat ini, moda transportasi yang ada meliputi transportasi darat, laut, dan udara. Pengembangan alat transportasi yang ada saat ini tentu tak lepas dari semakin majunya teknologi dan kreativitas dalam dunia otomotif.

Meski demikian, jauh sebelum transportasi nan canggih sekarang ini mulai dikenal, sudah ada alat transportasi konvensional yang digunakan oleh generasi masa lampau yang mana mereka menggunakan hewan ternak sebagai kendaraan yang bisa mereka tunggangi. Hal ini juga sejalan dengan firman Allah Swt:

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan (dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (An-Nahl: 8)

Begitupun kendaraan yang digunakan di masa Nabi Saw. Setidaknya ada beberapa sarana transportasi di masa Nabi Saw. yang dikembangkan dan digunakan pada masa beliau. Tentu belum secanggih dan secepat transportasi yang dikenal saat ini.

Di antara alat transportasi yang digunakan pada masa Rasulullah Saw adalah,

Pertama, kuda.

Kuda merupakan salah satu kendaraan utama yang digunakan terlebih dalam peperangan. Oleh karenanya Nabi Saw sangat menyukai hewan satu ini. Sahabat Anas r.a. menuturkan:

لَمْ يَكُنْ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ النِّسَاءِ مِنْ الْخَيْلِ

“Tidak ada sesuatu yang lebih disukai Rasulullah Saw setelah para isteri daripada kuda perang.” (HR. An-Nasa’i)

Rasulullah Saw memiliki beberapa kuda, di antaranya bernama al-Murtajaz, yangmana beliau membelinya dari seorang Badui. Kemudian al-Lizaz, ath-Tharif, al-Ward, an-Nahif, dan al-Ya’sub.

Kedua, unta.

Baca Juga :  Hukum Menghafal Alquran

Sudah maklum rasanya jika onta merupakan salah satu sarana transportasi di daerah gurun seperti Jazirah Arab. Ibnu Sa’d menyebutkan dalam Ath-Thabaqat Al-Kabir-nya bahwa Nabi Saw masuk Mekah pada saat Fathu Makkah dengan menunggang unta.

رَكِبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم نَاقَتَهُ الْقَصْوَاءَ

“Rasulullah Saw menunggang untanya yang bernama al-Qashwa’.” (HR. An-Nasa’i)

Al-Qashwa’ merupakan unta beliau yang juga memiliki nama al-Adhba’ dan al-Jad’a.

Ketiga, Baghal.

Hewan ini merupakan peranakan antara kuda dan keledai. Rasulullah Saw memiliki baghal yang bernama asy-Syahba’ dan ad-Duldul. Diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir r.a.:

أُهْدِيَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَغْلَةٌ شَهْبَاءُ فَرَكِبَهَا وَأَخَذَ عُقْبَةُ يَقُودُهَا بِهِ

“Nabi Saw diberi hadiah seekor keledai betina berwarna kelabu, beliau lalu menungganginya sementara ‘Uqbah memegangi tali kendalinya.” (HR. An-Nasa’i)

Keempat, keledai.

Hewan satu ini sudah lama digunakan sebagai sarana transportasi. Selain itu, keledai juga biasanya dimanfaatkan untuk mengangkut barang dengan meletakkannya di atas punggungnya. Diceritakan bahwa Mu’adz bin Jabal membonceng Rasulullah Saw:

كُنْتُ رِدْفَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ

“Aku pernah membonceng Rasulullah Saw saat menunggang keledai yang bernama ‘Ufair.” (HR. Muslim)

Kelima, kapal.

Kapal merupakan salah satu sarana transportasi laut yang digunakan pada masa itu bahkan masih terus digunakan dan dikembangkan hingga saat ini. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Tamim ad-Dari pernah terombang-ambing di atas kapal yang kemudian mempertemukannya dengan Dajjal.

قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَمِيمٌ الدَّارِىُّ فَأَخْبَرَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ رَكِبَ الْبَحْرَ فَتَاهَتْ بِهِ سَفِينَتُهُ فَسَقَطَ إِلَى جَزِيرَةٍ فَخَرَجَ إِلَيْهَا يَلْتَمِسُ الْمَاءَ فَلَقِىَ إِنْسَانًا يَجُرُّ شَعَرَهُ. وَاقْتَصَّ الْحَدِيثَ وَقَالَ فِيهِ ثُمَّ قَالَ أَمَا إِنَّهُ لَوْ قَدْ أُذِنَ لِى فِى الْخُرُوجِ قَدْ وَطِئْتُ الْبِلاَدَ كُلَّهَا غَيْرَ طَيْبَةَ. فَأَخْرَجَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِلَى النَّاسِ فَحَدَّثَهُمْ قَالَ « هَذِهِ طَيْبَةُ وَذَاكَ الدَّجَّالُ »

Baca Juga :  Hukum Racun Tikus, Suci Atau Najis?

“Tamim Ad-Dari mendatangi Rasulullah Saw, lalu memberitahukan kepada beliau bahwa ia naik perahu lalu perahunya menggombang-ambingkannya hingga ia terdampar di suatu pulau. Ia masuk ke pulau untuk mencari air, ia bertemu seseorang yang menjulurkan rambutnya, ia menceritakan hadits ini. Ia menuturkan: Dajjal berkata: Ingat, bila aku diizinkan keluar, aku akan melalui seluruh negeri selain Thaibah. Rasulullah Saw membawa Tamim keluar ke hadapan orang-orang lalu menyampaikan pada mereka, beliau bersabda: “Ini adalah Thaibah dan itu adalah Dajjal.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here