Mengenal Istillah “Illat” dalam Memahami Hadis (1)

1
2013

BincangSyariah.Com – Illat yang penulis maksud di sini bukanlah illat yang dapat menjadikan sebuah hadis menjadi daif; seperti yang telah diterangkan dalam kitab Ilmu Hadis. Tepatnya yang dimaksud di sini adalah illat dalam pandangan ilmu Ushul Fikih, yaitu sifat yang zahir yang dapat dipedomani dan menjadi pendeteksi hukum. Atau, suatu sifat yang keberadaannya menyebabkan adanya hukum, dan ketiadaannya menyebabkan ketiadaan hukum.

Pada dasarnya illat dalam hadis terbagi menjadi dua, pertama illat yang tercantum di dalam teks hadis itu sendiri atau dikenal dengan (al-Illah al-Manshushah) dan kedua ada kalanya hadis  tidak disebutkan illat di dalam teks melainkan ia ditemukan melalui ijtihad (penggalian hukum) seorang mujtahid, illat ini dinamai dengan (al-Illah al-Mustanbatah).

Secara umum, Para ulama tidak berbeda pendapat mengenai illat manshushah (eksplisit). Hal ini berbeda dengan illat mustanbatah (implisit), sebab illat ini, para ulama terkadang berbeda pendapat mengenai maksud hadis yang tidak disebutkan illat-nya di dalam nash.

Berikut ini penulis berikan beberapa contoh hadis yang disebutkan illat-nya di dalam teks hadis itu sendiri dan hadis yang tidak disebutkan illat-nya di dalam sebuat teks hadis melainkan dari hasil ijtihad.

Pertama, Illat eksplisit (al-Illah al-Manshushah) “hadis tentang memabukkan dalam khamar” terdapat beberapa hadis nabi yang menjelaskan tentang sebab diharamkannya khamar, di antaranya adalah.

كل شراب أسكر فهو حرام

“Setiap minuman yang memabukkan adalah haram”. (HR. Al-Bukhari)

كل مسكر خمر، وكل مسكر حرام

“setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram”. (HR. Muslim).

كل مسكر حرام، وما أسكر منه الفرق فملء الكف منه حرام

“setiap yang memabukkan adalah haram. Minuman yang ketika banyak kadarnya memabukkan, maka seisi telapak tangan pun haram”. (HR. Abu Daud).

Baca Juga :  Assalamualaikum, 2019

Dalam kitab al-Thuruq al-Shahihah fi Fahmi Sunnah al-Nabawiyah karya K.H. Ali Mustafa Yaqub, dijelaskan bahwa secara eksplisit hadis di atas menyatakan bahwa setiap yang memabukkan, baik itu terbuat dari cairan maupun benda padat atau dari bahan apa pun itu adalah haram untuk dikonsumsi. Illat atau alasan hukum pengharamannya adalah memabukkan. Karena secara jelas illat dapat diketahui di dalam nash atau teks hadis. Maka, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam hal ini. Sebaliknya hadis di atas juga dapat dipahami, bila minimum atau makanan yang tidak memabukkan maka ia halal untuk dikonsumsi karena tidak ada illat keharaman di dalamnya.

Bersambung: Mengenal Istillah “Illat” dalam Memahami Hadis (2)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here