Mengapa Nabi Muhammad Terima Wahyu di Gua, Bukan di Masjid? Ini Kata Buya Syakur

0
1246

BincangSyariah.Com – Kisah Nabi Muhammad menerima wahyu di gua hira itu tercatat di antaranya dalam shahih Bukhari, hadis nomor 3 (Baca: Kondisi Nabi Terima Wahyu di Gua Hira). Tapi mungkin sebagian dari kita ada yang bertanya, mengapa Nabi Muhammad menerima wahyu di gua, bukan di masjid?

Menurut ulama kelahiran Indramayu ini, semua orang sukses itu selalu mendapatkan inspirasi dalam kesendirian, sebagaimana dilansari dari YouTube Wamimma.

“Di manpun dalam sejarah manusia, apakah Konfusius, Sidarta Gautama, Napoleon Bonaparte, Alexander The Great, Nabi Khidir, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Ilyas, dan semua orang-orang besar itu mendapatkan wangsit atau wahyu itu sedang dalam keadaan bertapa,” jelas ulama yang pernah menimba ilmu di London ini.

“Mana mungkin wahyu turun sama orang yang sedang joget di panggung sandiwara. Mana ada orang besar keluar dari diskotek,” lanjut Buya Syakur.

“Saya punya tradisi bertapa di hutan selama 40 hari pada bulan Kapit (Dzulqa‘dah) sampai Riyaya Agung (Dzulhijjah),” jelas kiai Pengasuh Pondok Pesantren Candangpinggan, Indramayu ini.

Mengenai tradisi tersebut, masyarakat sekitar menganggap Buya Syakur ingin mencari kekayaan dan kesaktian. “Dikirinya orang bertapa itu untuk cari kaya, cari kesaktian,” sindir Buya Syakur.

Terkait istilah menyendiri di tempat sepi, Buya Syakur menyebutkan beberapa istilah. “Orang Arab namanya tahannuts. Imam Ghazali menamakannya uzlah. Orang Susukan, Cirebon menamakannya tetira. Orang Kertasmaya, Indramayu menamakannya tetapa,”

Menurut Buya Syakur, dalam psikologi massa, orang ini betapapun cerdasnya, kalau berada di tengah-tengah masyarakat, di lapangan, di tengah masyarakat, itu kecerdasannya akan menurun bersama dengan yang lain yang ada di sekitarnya. Tetapi orang itu pada waktu sendirian kecerdasan aslinya akan muncul.

Baca Juga :  Buya Syakur Yasin: Orang yang Paling Dekat dengan Allah itu yang Paling Paham Firman-Nya

Dalam pandangan Buya Syakur, uzlah itu dapat meningkatkan kecerdasarn individual. Ketika orang sendirian itu sama saja ia sedang berdialog dengan dirinya sendiri. Temporal lobe akan mencipta makhluk-makhluk, dan lama-lama berdialog dengan kita seolah-olah hadir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here