Mengapa Merasa Berat Mengerjakan Sunnah? Ini Kata Ulama

0
103

BincangSyariah.Com – Sedekah, shalat tahajud, membaca Al Qur’an adalah contoh rangkaian amal sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Memang tidak berdosa jika tidak mengerjakan, namun tentu ada yang tidak beres jika terus-terusan merasa berat mengerjakan sunnah. Apa iya benar mengaku cinta Rasullah, jika anjurannya tidak dihiraukan? Dalam Syarh Al-Hilyah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata :

و من استثقل السنة فاعلم أن في قلبه مرض، و إذا خفت السنة على العبد لو كانت طويلة فاعلم أن هذا من نعمة الله عليك

Barang siapa merasa berat mengerjakan sunnah, ketahuilah sesungguhnya ada penyakit dalam hatinya. Namun jika seorang hamba merasa ringan mengamalkan sunnah meskipun sunnah itu panjang maka ketahuilah sesungguhnya ini merupakan nikmat yang Allah karuniakan kepadamu.”

Jika ditelaah secara seksama, keterangan di atas seakan memberikan tamparan senyata nyata. Dimana kita yang masih merasa berat untuk mengerjakan amalan sunah itu telah terdaignosa memiliki penyakit hati. Sebaliknya, jika kita termasuk umat Nabi Muhammad yang merasa tertarik dan mudah melakukan amalan sunnah, sejatinya ia merupakan anugerah nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah. (Baca: Agar Hati Tidak Mati, Raihlah Hal Ini)

Dimana-mana, hati selalu menjadi esensi dari perilaku dan kehidupan manusia, jika hatinya baik maka perilaku seseorang akan baik. Namun jika hati buruk, maka akan berakibat negative bagi perilakuk manusia. Hati yang buruk inilah yang sering disebut dnegan hati yang berpenyakit.

Dalam terjemahan Terapi Penyakit Hati, Ibnu Taimiyah mengungkapkan bahwa penyakit hati adalah suatu bentuk kerusakan yang menimpa hati dan berakibat dengan tidak mampunya hati untuk melihat kebenaran dan berat mengerjakan amal kebaikan.

Baca Juga :  Koin Emas Era Abbasiyah Ditemukan Setelah Terkubur 1.100 Tahun

Jika keberadaan kita sedang tidak baik atau berpenyakit, alangkah bijaknya jika segera membersihkan dan mengobatinya secepat mungkin. Agar kemunculan hasrat ingin berbuat baik dan mengerjakan amalan sunnah mudah tercapai.

Beratnya melakukan amalan sunnah kian berganti dengan nikmat Allah berupa senang dan mudahnya kita untuk mengerjakan amalan-amalan yang dianjurkan Islam. Menurut Ibn Taimiyah, ada tiga hal yang bisa dijadikan sebagai obat hati, yaitu Al Qur’an, amal shaleh dan meninggalkan maksiat. Memang setiap ayat Al Qur’an adalah ayat yang bisa menyembuhkan, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al Isra’ ayat 82:

ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇَﻻّ ﺧَﺴَﺎﺭﺍً

Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian

Menurut Syekh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi dalam karyanya, Tafsir Adhwa’ul Bayan, menjelaskan bahwa maksud obat dalam ayat tersebut adalah obat untuk penyakit fisik dan juga jiwa, termasuk hati. Dengan demikina, yuk menggali hobi baru untuk terus mendawamkan baca Al Qur’an, amal shaleh, dan juga berusaha meninggalkan maksiat agar hati bebas dari penyakit. Alhasil kita tidak akan berasa berat untuk mengerjakan amalan sunah yang dianjurkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here