Mengapa Kita Harus Beribadah pada Allah?

0
1778

BincangSyariah.Com – Ada golongan yang selalu melaksanakan perkara yang dipentingkan oleh Allah,  dan juga tak pernah lelah meramaikan ibadah kepada-Nya.  Golongan yang seperti itu tentu bisa mempertahankan agamanya sebab cinta mereka yang begitu besar kepada-Nya.  Berkhidmah sekuat tenaga dan sedalam samudra untuk membuktikan dan melaksanakan apa yang sudah menjadi titah dari-Nya.

Jika memang Allah tidak membutuhkan makluk-Nya sedikitpun,  lantas mengapa Allah mewajibkan kita untuk terus berkhidmat?  Jawaban indah dari Syekh Ibn Atha’illah As Sakandari terekam dalam karyanya kitab Al Hikam:

أوجب عليك وجود خذمته وما أوجب عليك إلا دخول جنته

Dia mewajibkan engkau berkhidmat kepada-Nya (lewat ibadah dan akhlak yang mulia terhadap hamba-hamba-Nya) disaat yang sama Dia sedang mewajibkan engkau memasuki surga-Nya

Keterangan yang jelas mengungkapkan jika kita diwajibkan berkhidmah kepada Allah,  bukanlah sebuah alasan bahwa Allah membutuhkan ibadah,  pujian,  ataupun yang lain dari kita. Justru di saat Allah mewajibkan kita untuk berkhidmat,  disitulah Allah sebenarnya sedang mewajibkan untuk memasuki dimensi yang lebih baik nan indah,  yakni surga.

Mungkin saat ini masih belum terlihat jelas,  bagaimana Allah membentuk kita untuk menjadi hamba yang lolos masuk ke surga.  Namun suatu saat nanti kita akan menyadari betapa Allah bisa menyayangi dan mengasihi kita lebih dari apapun.  Kita saja yang belum memahami dan menyadarinya.  Layaknya Casa Terrocota,  sebuah bangunan artistik nan indah yang dibuat dari tanah liat. Tanah liat ini membutuhkan panas yang tinggi untuk dipahat dan diukir menjadi indah.

Namun tahukah tanah liat tersebut jika disiksa sedemikian rupa tujuannya adalah agar menjadi rumah artistik yang paling indah?  Tentu tidak.  Jika tanah liat bisa berkata,  tentu ia akan mengeluhkan panasnya matahari dan sakitnya dipahat saat proses.  Namun setelah pembentukan itu berhasil, ia akan menjadi sesuatu yang lebih indah dna lebih mahal dari sekedar tanah liat biasa.

Dengan demikian,  tidak sepatutnya kita merasa dibutuhkan oleh Allah hanya karena kita diwajibkan berkhidmat kepada-Nya.  Justru Allah mewajibkan kita yang demikian agar kita mendapatkan kondisi yang baik dalam kehidupan yang kekal,  yakni surga di akhirat.

Bukankah Allah lebih mengetahui tentang semua akibat dari setiap perkara yang ada dalam diri kita dan lebih melihat tentang hal-hal yang di dalamnya terkandung kemaslahatan dunia dan akhirat? Cukup perkenankanlah seruan-Nya dan taatilah apa yang diperintahkan. Sebab tidak semua yang diwajibkan itu tertulis alasannya.  Dalam QS Al Baqarah ayat 126 Allah berfirman:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُون

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Dalam tafsir Ibn Kastir dituliskan bahwa ayat tersebut mengingatkan akan setiap perkara yang memberatkan akan diiringi dengan segenap pertolongan Allah dan kemenangan atas masyaqat dalam menghadapinya.  Oleh karena itu semoga apa-apa yang dilakukan atas dasar berkhidmat kepada-Nya,  akan membawa kita pada jalan menuju surga-Nya. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here