Mengapa Kampus Umum Lebih Rentan Disusupi Radikalisme?

0
406

BincangSyariah.Com – Dalam diskusi ahli laporan hasil riset radikalisme di delapan perguruan tinggi negeri di wilayah Jawa Tengah, LPPM UNUSIA memilih kampus negeri umum dan agama sebagai area riset. Informan yang digaet rata-rata 20 informan per kampus.

Sayangnya, tak saya temukan, setidaknya pada ringkasan laporan yang mereka susun, alasan di balik pilihan itu.

Alasan, asumsi, atau hipotesis di balik riset ini bagi saya menarik dan berharga demi menjawab asumsi dan pertanyaan banyak orang, mengapa kampus-kampus umum lebih banyak “memproduksi” kelompok radikal ketimbang kampus agama?

Perkara pengertian radikal dan kriterianya bisa dibicarakan dalam tulisan tersendiri. Secara umum yang dimaksudkan adalah fenomena pemeluk agama yang membolehkan tindakan kekerasan atas nama agama.

Pada 2007, di medan internasional, orang-orang seperti Diego Gambietta dari Europian University Institute dan Steffon Hartoge dari London School of Economic and Poitical Science menyajikan hasil riset yang menarik soal isu ini, yang dibukukan dalam karya terkenal Engineers of Jihad.

Keduanya ingin menjawab pertanyaan mengapa banyak para insinyur dan lulusan lain dari “elite degree” terlibat dalam Islam radikal, bukan dari ilmu-ilmu sosial?
Menariknya, riset ini membuka kemungkinan atas jawaban-jawaban lain. Dari sana keduanya melakukan komparasi.

Nyatanya, kata keduanya, jika radikal Islam banyak dari “science” bukan berarti mereka yang belajar ilmu-ilmu sosial tidak rentan. Gerakan kiri yang yang sebagian juga menggunakan kekerasan, anggotanya ternyata kebanyakan dari kalangan pendidikan sosial dan hukum. Mengapa begitu?

Memang insinyur banyak terlibat aksi radikal Islam, tapi mengapa banyak terjadi di Barat? Arab Saudi tidak. Ini yang saya suka dari riset mereka. Skeptis!

Baca Juga :  Tiga Cara Meredam Marah

Jika riset UNUSIA bisa menjelaskannya bagi saya ini hal penting bagi kajian radikalisme. Sejauh ini jawaban atas pertanyaan itu belum cukup memuaskan dan tidak ditunjang oleh data-data riset yang kokoh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here