Mengapa Harus Berputus Asa?

1
971

BincangSyariah.Com – Terkadang cobaan yang hadir secara bertubi tidak menguatkan manusia, justru yang ada adalah menjadi lemah dan berputus asa. Setiap waktu ada saja masalah yang menghampiri, satu belum selesai dan kini datang yang baru. Begitulah kira-kira ungkapan seseorang yang lelah dengan cobaan hidupnya. Namun berbeda dengan sosok yang percaya dengan Allah dan janji-Nya. Allah mengungkapkan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Artinya, jika Allah mengutus masalah hidup itu artinya Allah mengerti bahwa sosok tersebut mampu dan bisa melewatinya.

Berputus asa dalam Islam adalah bagian dari hal tercela. Dimana dalam sikap tersebut tercermin gambaran bahwa ia sudah tidak percaya akan rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu, termasuk dalam masalah atau cobaan yang ada. Allah melarang langsung dalam firman-Nya QS Yusuf ayat 87:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”

Ayat tersebut menyebutkan bahwa putus asa itu sebagian dari sikap yang melekat pada orang kafir. Berbeda dengan orang muslim, jika ada masalah dalam hidupnya maka larinya langsung kepada Allah. Walaupun masalah datang silih berganti dalam hidup seolah tidak ada habisnya, dan akhirnya merasa bahwa sudah tidak sanggup lagi menghadapi cobaan tersebut, jangan pernah menyerah. Karena sesungguhnya kita mampu untuk menghadapinya. Ingatlah bahwa Allah  tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya.

Berputus asa dan merasa jauh dari rahmat-Nya merupakan sikap yang sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Bahkan untuk sosok hamba yang sudah melampaui batas terhadap dirinya sendiri, Allah tetap dengan “hamba-Ku” dan terus mengingatkan untuk tidak berputus asa. Hal tersebut terekam dalam QS Az Zumar ayat 53. Di samping itu juga, Rasulullah bersabda dalam hadis-Nya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadis tersebut adalah sebagai berikut:

Baca Juga :  Ini Tiga Etika Menghadapi Bencana

احْرِصْ عَلَى مَايَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ

 “Bersemangatlah dalam apa yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah.”

Keterangan di atas cukup menguatkan untuk siapa saja yang merasa kehilangan semangat dalam hidupnya. Islam senantiasa mengajarkan optimisme dalam segala hal yang bermanfaat, baik bagi dunia maupun akhirat. Jika merasa bahwa masalah hidupnya amatlah berat, atau sudah terlanjur masuk dalam jurang kemaksiatan yang besar, maka percayalah bahwa rahmat dan ampunan Allah jauh lebih besar dari segalanya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here