Mengapa Allah Bersumpah dengan Huruf Nun dalam Al-Qur’an?

0
1992

BincangSyariah.Com – Dalam Surah Al-Qalam, Allah menggunakan huruf nun sebagai media untuk bersumpah. Nun, dalam pendapat yang masyhur memiliki makna ad-dawat yaitu tinta. Tinta ini berkolerasi dengan sumpah Allah dalam ayat selanjutnya (nun, wal qalami wa ma yasthurun) dengan menggunakan benda al-Qalam yang secara bahasa berarti pena.

Al-Qalam dalam pemaknaan secara sempit, sebagaimana penjelasan Syekh Nawawi dalam Tafsir Marah Labid, bukanlah pena biasa. Pena yang dimaksud adalah pena tertentu yang terbuat dari cahaya, yang panjangnya terbentang sebagaimana jarak antara langit dan bumi. Beliau menambahkan bahwa pena inilah yang digunakan oleh para malaikat dalam menuliskan takdir-takdir manusia yang mereka salin dari lauh mahfudz. Pena ini juga digunakan malaikat untuk mencatat amal kebaikan dan keburukan setiap manusia, juga para sahabat untuk menulis Al-Quran.

Berbeda dengan pendapat tersebut, M. Quraish Shihab dalam tafsirnya Al-Misbah lebih cenderung pada pemaknaan pena secara umum. Yaitu Al-Qalam yang memiliki makna di atas, makna pena sebagai alat tulis, serta pada benda yang memiliki fungsi yang sama dengan pena, termasuk laptop, komputer atau handphone. Pemaknaan ini, dalam pendapat beliau lebih tepat dan sejalan dengan perintah iqra’ pada wahyu pertama.

Baik makna sempit atau umum, penulis ingin berpendapat bahwa tinta, dalam sumpah ini memiliki fungsi yang sangat vital. Peletakannya di awal menegaskan pada urgensi adanya tulisan yang membekas melalui tinta sebagai bendanya. Meskipun tinta diciptakan belakangan dari pena, namun Allah dalam QS. Al-Qalam mengehndakinya untuk bersumpah lebih dulu dengan huruf Nun (tinta), sebagaimana hadits riwayat Al-Hakim dalam Mustadrak berikut ini.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول: ))أول ما خلق الله القلم ثم خلق النون وهي الدواة

Baca Juga :  Bagaimana Hukumnya Mencari Hari Baik untuk Pernikahan?

Diceritakan oleh Abu Hurairah, beliau mendengar bahwa Nabi bersabda “Awal benda yang Allah ciptakan adalah Al-Qalam, kemudian Dia menciptakan Nun, yaitu Tinta”

Oleh sebab itu, penggunaan Nun dan Al-Qalam dalam kaitannya dengan kata yasthurun (mereka tulis), adalah bahwa Allah bagaikan bersumpah dengan manfaat dan kebaikan yang dihasilkan dari tulisan. Dengan demikian, secara tidak langsung Allah menganjurkan seseorang untuk membaca agar mendapatkan manfaat dari tulisan (apa saja), sebagaimana perintah pada wahyu pertama. Selain membaca, penulis juga menawarkan pemahaman adanya anjuran menulis sebagaimana pemaknaan pena secara umum. Bahwa menulis juga menjadi sarana menebarkan manfaat kepada sesama melalui pengetahuan yang kita miliki. Wallau A’lamu bis Showab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here