Hukum Mengantarkan Non-Muslim untuk Merayakan Natal ke Gereja

0
1766

BincangSyariah.Com – Ketika menjelang perayaan hari natal, selain banyak pertanyaan mengenai hukum mengucapkan selamat natal, juga tak kalah banyak orang yang menanyakan terkait hukum mengantarkan non-muslim untuk merayakan natal di gereja. Ini bisa dimaklumi karena di negeri ini kebanyakan yang berprofesi sebagai sopir taksi, driver ojek online, adalah orang muslim. Sebenarnya, bagaimana hukum mengantarkan non-muslim untuk merayakan natal ke gereja?

Bagi sopir taksi, driver ojek online, dan sopir lainnya, boleh mengantarkan non-muslim merayakan natal ke gereja. Bekerja kepada non-muslim, baik dengan waktu tertentu atau hanya sebatas sewa jasa sementara, hukumnya diperbolehkan dalam Islam.

Menurut Imam Abu Hanifah, mengantar non-muslim untuk merayakan natal ke gereja tidak termasuk perbuatan maksiat dan dosa. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahabh Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islam wa Adillatuhu berikut;

يجوز للشخص عند ابي حنيفة ان يؤجر نفسه او سيارته او دابته باجر لتعمير كنيسة او لحمل خمر ذمي لا لعصرها لانه لا معصية في الفعل عينه

Boleh bagi seseorang, menurut Abu Hanifah, menyewakan dirinya, atau mobilnya, atau kendaraannya dengan upah untuk merayakan gereja, atau untuk membawa minuman kares non-muslim, bukan memerasnya. Hal ini karena dalam perbuatan tersebut tidak maksiat di dalamnya.

Dalam kitab Raudhatut Thalibin, Imam Nawawi mengatakan bahwa boleh bagi orang muslim bekerja kepada non-muslim, baik bekerja sopir dan lainnya. Beliau berkata;

يجوز أن يستأجر الكافر مسلماً على عمل في الذمة كدين في ويجوز أن يستأجره بعينه على الأصح حراً كان أو عبدا

Diperbolehkan bagi non-muslim menyewa orang muslim untuk mengerjakan sesuatu yang masih ada dalam tanggungan (masih akan dikerjakan kemudian) sebagaimana orang muslim boleh membeli sesuatu dari orang non-muslim dengan bayaran yang masih ada dalam tanggungan (hutang), dan diperbolehkan bagi orang muslim menyewakan dirinya (tubuh/tenaganya) kepada non-muslim menurut pendapat yang paling shahih, baik ia merdeka atau hamba sahaya.

Baca Juga :  Hukum Mendoakan Kesembuhan untuk Non-Muslim yang Sakit

Dengan demikian, bagi orang muslim yang berprofesi sebagai sopir taksi, driver ojek online hukumnya boleh mengantarkan non-muslim ke gereja untuk merayakan natal. Dalam Islam, tidak termasuk perbuatan maksiat dan dosa. Wallahu a’lam bis showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here