Mengambil Buah Jatuh di Area Kuburan, Apakah Boleh?

1
2542

BincangSyariah.Com –Di tempat kuburan umum, biasanya banyak pohon yang tumbuh dan berbuah. Misalnya, pohon mangga dan jambu. Pada umumnya, masyarakat memanfaatkan buah-buah pohon tersebut dengan mengambilnya, atau bahkan ada yang menjualnya. Bagaimana hukum mengambil buah pohon di kuburan, apakah boleh?

Ketika ada pohon tumbuh di area pekuburan umum dan kemudian berbuah, maka kita boleh memanfaatkan buah-buah pohon tersebut untuk dijual kemudian hasilnya digunakan untuk kemaslahatan kuburan. Boleh juga buah-buah tersebut kita dimakan, dijual untuk digunakan keperluan kita sendiri atau disedekahkan kepada orang lain.

Meski memanfaatkan buah-buah pohon yang tumbuh di area kuburan umum untuk keperluan diri sendiri diperbolehkan, namun dialokasikan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan kuburan lebih utama. Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Syaik Zainudian al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

 ثمر الشجر النابت بالمقبرة المباحة مباح وصرفه لمصالحها أولى

“Buah pohon yang tumbuh di area pekuburan yang dibolehkan (umum) adalah mubah, dan menggunakannya untuk kemaslahatan kuburan lebih utama.”

Dalam kitab Mughnil Muhtaj ila Ma’rifati Alfadzil Minhaj, Imam al-Khatib al-Syarbini juga menyebutkan sebagai berikut;

ولو نبتت شجرة بمقبرة فثمرتها مباحة للناس تبعا للمقبرة، وصرفها إلى مصالح المقبرة أولى من تبقيتها للناس

“Jika ada pohon tumbuh di area kuburan, maka buahnya dibolehkan bagi masyarakat karena ikut pada area kuburan. Dan menggunakan buah-buah tersebut untuk kemaslahatan kuburan lebih utama dibanding diberikan atau dibebaskan pada masyarakat.”

Dengan demikian, mengambil buah-buah pohon yang tumbuh di area pekuburan umum diperbolehkan. Namun jika area pekuburan tersebut milik seseorang, maka buah-buah pohon tumbuh di area pekuburan tersebut tidak boleh diambil kecuali ada izin dari pemiliknya. Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

Baca Juga :  Hukum Makan Telur yang Berdarah

وَخَرَجَ بِهَا اْلمَمْلُوْكَةُ فَإِنَّ ثَمْرَ الشَّجَرِ النَّابِتِ فِيْهَا مَمْلُوْكٌ أَيْضاً

“Dikecualikan dari area kuburan umum adalah area kuburan yang dimiliki seseorang, maka buah pohon yang tumbuh di atasnya juga dimiliki seseorang juga.”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here