Hukum Menenggelamkan Jenazah di Tengah Laut

0
3278

BincangSyariah.Com – Dalam kondisi tertentu, kadang terdapat orang yang meninggal di tengah lautan. Jika dipaksa dibawa ke daratan, maka jenazah tersebut akan membusuk. Lantas bagaimana hukum mengubur jenazah tersebut di laut dengan cara ditenggelamkan, apakah boleh? (Kumpulan Artikel Mengenai Mendoakan, Menyalati, Mengubur, Mengafani, dan Memandikan Jenazah)

Orang yang meninggal di tengah lautan, maka ia tetap wajib diurus seperti jenazah pada umumnya, yaitu dimandikan, dikafani, dishalati, dan dikuburkan. Hanya saja, jika ia tidak bisa dibawa ke daratan, baik karena posisi sangat jauh dari daratan sehingga jika dibawa ke daratan akan membusuk maupun sebab lainnya, maka ia wajib diletakkan di dalam peti kemudian dikuburkan dengan cara ditenggelamkan ke dalam lautan.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut;

ومن مات في البحر ولم يكن بقرب ساحل فالأولى أن يجعل بين لوحين ويلقى في البحر

Barangsiapa mati di lautan dan jauh dari sebuah tepian pantai (daratan), maka yang lebih utama menjadikannya pada dua papan kemudian ditenggelamkan ke dalam lautan.

Juga disebutkan dalam kitab Al-Minhajul Qawim berikut;

لو مات بسفينة والساحل بعيد أو به مانع فيجب غسله وتكفينه والصلاة عليه ثم يجعل بين لوحين ثم يلقى في البحر ويجوز أن يثقل لينزل إلى القرار

Jika seseorang mati di atas kapal atau perahu, dan tepian lautan jauh atau ada kendala lainnya, maka wajib memandikannya, mengafaninya, menyalatinya, kemudian diletakkan di antara dua papa, lalu ditenggelamkan ke dalam lautan. Dan boleh diberi pemberat agar bisa sampai ke dasar lautan.

Begitu juga disebutkan dalam kitab Nihayatuz Zain berikut;

من مَاتَ فِي سفينة وَتعذر دَفنه فِي الْبر يجب أَن يوضع بعد غسله وتكفينه وَالصَّلَاة عَلَيْهِ بَين لوحين مثلا ويرمى فِي الْبَحْر وَإِن ثقل بِحجر ليصل إِلَى الْقَرار فَهُوَ أولى

Baca Juga :  Hukum Membakar Bendera yang Bertuliskan Kalimat Tauhid

Barangsiapa mati di atas kapal atau perahu dan tidak bisa dikuburkan di daratan, maka setelah dimandikan, dikafani, dan dishalati, wajib diletakkan di antara seumpama dua papan, kemudina ditenggelamkan ke dalam lautan. Jika diberi pemberat dengan batu agar sampai ke dasar lautan, maka hal itu lebih utama.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here