Menemukan Uang di Jalan, Apakah Wajib Diumumkan?

1
10002

BincangSyariah.Com – Saat kita jalan di pasar, di jalan kampung, di jalan komplek, sering kita menemukan uang yang jumlahnya bisa dibilang sedikit. Misalnya, Rp2.000 hingga Rp10.000. Menemukan uang dengan jumlah sedikit seperti contoh di atas kadang membuat kita bingung untuk diumumkan dan mencari siapa pemiliknya. Sebenarnya, menemukan uang sedikit di jalan, apakah wajib diumumkan?

Dalam fiqih, barang temuan yang kita temukan dijalan, baik berbentuk uang atau lainnya, disebut dengan luqathah. Ketika kita menemukan barang temuan yang berharga dan kita yakin pemiliknya akan mencarinya, maka barang temuan tersebut harus diumumkan selama satu tahun. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid al-Juhani, dia berkata;

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللُّقَطَةِ الذَّهَبِ أَوْ الْوَرِقِ فَقَالَ اعْرِفْ وِكَاءَهَا وَعِفَاصَهَا ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً فَإِنْ لَمْ تَعْرِفْ فَاسْتَنْفِقْهَا وَلْتَكُنْ وَدِيعَةً عِنْدَكَ فَإِنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْمًا مِنْ الدَّهْرِ فَأَدِّهَا إِلَيْهِ

“Rasulullah saw pernah ditanya tentang barang temuan berupa emas atau perak, lalu beliau berkata, ‘Kenalilah pengikat dan penutupnya, lalu umumkan satu tahun. Jika tidak diketahui (pemiliknya), maka gunakanlah dan hendaknya barang itu bagaikan titipan di sisimu. Tetapi jika datang pemiliknya mencari barang itu suatu hari dari masa, maka serahkanlah barang itu padanya.”

Namun jika barang temuan tersebut sedikit sehingga kita yakin pemiliknya akan merelakan dan tidak memperdulikan lagi, maka kita boleh langsung memilikinya tanpa harus diumumkan terlebih dahulu. Misalnya, menemukan uang sejumlah Rp2.000 di jalan, maka kita boleh mengambilnya dan langsung memanfaatkannya. Hal ini karena uang dengan jumlah Rp2.000 pada umumnya tidak membuat pemiliknya bangkrut atau merasa rugi.

Baca Juga :  Sabda Nabi tentang Enam Hak Antar Sesama Muslim

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Kifayatul Akhyar berikut;

إِذَا وَجَدَ مَا لاَ يَتَمَوَّلُ كَزَبِيْبَةٍ وَنَحْوِهَا فَلاَ يُعَرَّفُ وَلِوَاجِدِهِ اْلاسْتِبْدَادُ بِهِ وَإِنْ تَمَوَّلَ وَهُوَ قَلِيْلٌ فَاْلأَصَحُّ أَنَّهُ لاَ يُعَرَّفُ سَنَةً بَلْ يُعَرَّفُ زَمَنًا يُظَنُّ أَنَّ فَاقِدَهُ يُعْرِضُ عَنْهُ غَالِبًا وَضَابِطُ الْقَلِيْلِ مَا يَغْلِبُ عَلَى الظَّنَّ أَنَّ فَاقِدَهُ لاَ يَكْثُرُ أَسَفُهُ عَلَيْهِ وَلاَ يَطُوْلُ طَلَبُهُ غَالِبًا

“Jika menemukan barang yang tidak bernilai harta, misalnya biji-bijian dan lainnya, maka tidak perlu diumumkan dan bagi yang menemukan boleh memilikinya. Jika berupa barang yang bernilai harta dan jumlahnya sedikit, maka menurut pendapat yang paling sahih tidak perlu diumumkan selama setahun, akan tetapi cukup diumumkan sebentar saja sekiranya pemiliknya sudah tidak memperdulikannya. Batasan sedikit adalah barang sekiranya tidak banyak merugikan orang yang kehilangan dan mencarinya juga tidak lama.”

1 KOMENTAR

  1. Barusan saya Nemu uang 50 rb di pinggir jalan raya. Bisa di bilang lumayan besar. Bisa juga di bilang agak kecil jika yg kehilangan orang mampu. Uang tersebut saya ambil terus saya masuk kan ke celengan masjid sambil berdoa mudahan yg kehilangan bertambah rejeki nya. Mendapatkan pahala yg terus berjalan dan di ampuni dosanya..
    Apakah tindakan saya ini termasuk salah atau dosa mengingat tidak saya umumkan. Karena kuwatir uang 1 lembar yg mengaku banyak. Dan uang itu saya ambil tidak saya biarkan kuwatir di ambil orang yg salah yg langsung di gunakan nya yg berarti saya membiarkan orang berdosa.
    Mohon pencerahannya.. terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here