Menemukan Tuhan dalam Puisi Rumi

0
1586

BincangSyariah.Com -Ketika sebuah pertanyaan dilontarkan kepada anak kecil, dimana Allah berada? Maka ia akan menjawab jika Allah berada di atas langit. Jawaban tersebut berlandasan keyakinannya bahwa Allah Maha Tinggi (Al ‘Uluw).

Sifat wajib bagi Allah yang dihafalkannya saat pelajaran pendidikan agama Islam di sekolahnya. Juga ingatan dalil keberadaan Allah yang bersemayam di atas Arsy membuat anak kecil tersebut menjawab dengan yakin bahwa Allah berada di atas langit. Dalil tersebut tersurat dalam Q.S. Thaha ayat 5:

الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ

Rabb yang Maha Pemurah  berada di atas ‘Arsy

Bagi Maulana Rumi, puisi adalah notasi-notasi kasar dari musik yang keseluruhan diri kita. Sebab itulah beliau bisa menjelaskan keberadaan Allah melalui puisi indahnya. Dalam bait puisinya dituliskan:

Ku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno
Tiada tanda apa saja di dalam-Nya
Nuju ke pegunungan Herat kumelangkah
Dan ke Kandahar kumemandang
Dia tak di dataran tinggi
Tak pula di dataran rendah

Ku pergi ke puncak gunung Kaf yang menakjubkan
Yang ada Cuma tenpat tinggal burung Anqa
Kutanya pula Bu Ali Sina, tiada jawaban, sama saja

Ku pergi ke Kakbah di Mekkah
Dia tak disana
Lalu kejenguk dalam hatiku sendiri
Di situ kulihat diri-Nya
Di situ, tak di tempat lain

Maulana Rumi menceritakan bahwa pada akhirnya Tuhan ada dalam hati setiap manusia. Dengan hati yang bersih, seseorang akan mudah menemukan keberadaan Allah. Sebab hati adalah singgasana bagi sifat-sifat kemuliaan. Di mana Allah menciptakan hati dan mendesainnya sebagai tempat untuk mengenal-Nya, mencintai-Nya dan menjadikan-Nya sebagai tujuan hidup. Yang demikian selaras dengan firman Allah yang berbunyi:

Baca Juga :  Hakikat Rasa Sakit Menurut Jalaluddin Ar-Rumi

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ 

Dia (Allâh) bersama kamu di mana saja kamu berada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here