Hukum Mendoakan Kesembuhan untuk Non-Muslim yang Sakit

0
867

BincangSyariah.Com – Saat ini sering kita jumpai orang yang beragama Islam mendoakan temannya yang beragama Kristen yang sedang sakit agar cepat diberi kesembuhan. Begitu juga sebaliknya. Sebenarnya, bagaimana hukum mendoakan kesembuhan untuk non-muslim yang sedang sakit dalam Islam?

Mendoakan kesembuhan untuk non-muslim yang sedang sakit dalam Islam diperbolehkan. Tidak ada larangan dalam Islam untuk mendoakan kebaikan kepada orang lain, meskipun terhadap non-muslim. Bahkan Nabi Saw sendiri pernah mendoakan orang Yahudi agar diberi harta dan anak yang banyak, kesehatan dan panjang umur.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf-nya, dari Ibrahim, dia berkisah;

جاء رجل يهودي الى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : ادع لي : فقال : اكثر الله مالك وولدك واصح جسمك واطال عمرك

Ada seorang laki-laki Yahudi datang menemui Nabi Saw, kemudian dia berkata kepada beliau; ‘Doakanlah aku’. Kemudian beliau berdoa; ‘Semoga Allah memperbanyak hartamu, anakmu, menyehatkan tubuhmu, dan memperjang umurmu.’

Dalam kitab Al-Azkar, Imam Nawawi membolehkan untuk mendoakan semua bentuk kebaikan untuk non-muslim, seperti agar mendapat hidayah, diberi kesehatan dan lainnya. Namun beliau melarang mendoakan ampunan atas mereka. Beliau berkata;

لا يجوز أن يُدعى له بالمغفرة وما أشبهها مما لا يُقال للكفار، لكن يجوزُ أن يُدعى بالهداية وصحةِ البدن والعافية وشبهِ ذلك.

Tidak boleh mendoakan ampunan dan doa semisalnya yang tidak boleh diucapkan untuk orang-orang non-Muslim, tetapi boleh mendoakannya agar mendapat hidayah, kesehatan dan semisalnya.

Dengan demikian, jika ada teman kita yang sedang sakit atau lagi terkena musibah, meskipun itu non-muslim, maka kita tidak masalah mendoakan kesembuhan untuknya dan membantu meringankan bebannya.

Baca Juga :  Santer Isu Kriminalisasi Ulama, Ini Pendapat TGB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here