Mencintai Allah Bisa Membuat Semangat dalam Menjalankan Ibadah

0
535

BincangSyariah – Sudah menjadi rutinitas bagi Gus Mus untuk membagikan positive vibes di akun Instagram resminya setiap hari Jumat. Gus Mus menamainya JUM’AT CALL. Kali ini, beliau membahas tentang bagaimana mencintai Allah bisa membuat semangat dalam menjalankan ibadah.

(@s.kakung)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Semoga Allah memberkahi Jum’at kita dan melindungi kita dari segala penyakit dan marabahaya.

JUM’AT CALL: Dengan mencintai Allah, kita bisa beribadah dengan bergairah. Dengan mencintai Rasulullah, kita bisa mengikuti jejaknya tanpa lelah. Dengan mencintai sesama, pergaulan kita bisa menjadi indah. Dengan mencintai keluarga, bisa tercipta kehidupan yang bahagia dan sakinah. Dengan mencintai pekerjaan, apa yang kita kerjakan bisa menjadi ringan dan mudah.

Sesungguhnya cinta kepada Allah Swt. adalah fondasi yang mendasari agama Islam. Cinta yang sempurna membuat agama menjadi sempurna. Cinta tauhid yang berkurang membuat agama seseorang menjadi berkurang. Karena itulah, mencintai Allah bisa membuat semangat. (Baca: Islam, Al-Qur’an, dan Uban; Nasihat untuk Orang Beriman)

Allah Swt. berfirman dalam Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 165:

 وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ

Wa minan-nāsi may yattakhiżu min dụnillāhi andāday yuḥibbụnahum kaḥubbillāh, wallażīna āmanū asyaddu ḥubbal lillāhi walau yarallażīna ẓalamū iż yaraunal-‘ażāba annal-quwwata lillāhi jamī’aw wa annallāha syadīdul-‘ażāb

Artinya:

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”

Baca Juga :  Doa Nabi Daud Agar Bisa Senantiasa Mencintai Allah

Riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang maka dia akan merasakan manisnya keimanan: Allah Swt. dan RasulNya lebih dicintainya dari selain keduanya, tidak mencintai seseorang kecuali  karena Allah Swt. dan benci kembali kepada keterpurukan sama seperti kebencian dirinya dicapakkan ke dalam api neraka”. (Shahih Bukhari halaman: 27-26 dan Muslim: 43)

Selain itu, Ibnul Qoyyim menyebutkan beberapa perkara yang mmapu mendatangkan kecintaan kepada Allah Swt. Dua di antaranya adalah membaca al-Qur’an dan bertaqarrub kepada Allah Swt.

Pertama, membaca Al-Qur’an dengan memhami dan merenungkan makna ayat-ayatnya dan apa-apa yang dimasksudkan oleh ayat-ayat tersebut. Allah Swt. berfirman dalam Qur’an Surat Shad Ayat 29:

 كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”

Qur’an Surat Muhammad Ayat 24:

 أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ

A fa lā yatadabbarụnal-qur`āna am ‘alā qulụbin aqfāluhā

Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?”

Abdulah bin Mas’ud berkata: “Janganlah kalian menaburkannya (membaca al-Qur’an) sama seperti menaburkan biji-bijian (gandum), dan jangan pula melantunkannya sama seperti melantunkan syai’ir, berhentilah pada keajaiban-keajaibannya, getarkanlah hati dengannya dan janganlah semangat kalian hanya tertuju untuk mengakhiri suatu surat”. (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah: 2/256 no: 8733)

Kedua, bertaqarrub kepada Allah Swt. dengan melaksanakan ibadah-ibadah yang sunnah setelah menyempurnakan yang wajib. Pembahasan tentang mencintai Allah bisa membuat semangat juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya bahwa dia berkata:

Baca Juga :  Manakah Harta Kita yang Sesungguhya?

Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Allah Swt. berfirman barangsiapa yang memusuhi hambaKu maka aku telah mengumumkan perang terhadapnya, dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub kepadaku dengan suatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah aku wajibkan baginya, dan hambaku senantisa beribadah kepadaku dengan ibadah-ibadah yang sunnah sehingga aku mencintainya, maka jika aku mencintainya maka aku menjadi pendengaran yang dipergunakannya untuk mendengar, menjadi pandangannya yang dipergunakannya untuk melihat, menjadi tangannya yang dipergunakan untuk memegang, dan menjadi kaki yang dipergunakan untuk melangkah, jika dia meminta kepadaku niscaya aku mengasihinya dan jika meminta ampun kepadaKu niscaya Aku akan mengampuninya dan jika dia berlindung denganKu niscaya Aku pasti melindunginya, dan tidaklah aku pernah ragu melakukan sesuatu seperti keraguan diriku mengambil nyawa seorang yang beriman, dia membenci kematian dan Aku tidak suka berbuat buruk kepadanya”. (Bukhari: 6502).

Tiga ha yang telah disebutkan adalah beberapa dari banyak cara yang bisa dilakukan seorang manusia untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah Swt. Mencintai Allah bisa membuat semangat dalam menjalankan ibadah sebab rasa cinta yang besar kepada Allah akan menguatkan pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama Islam dalam diri kita.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here