Menceraikan Istri Karena Tidak Shalat, Apakah Boleh?

0
1137

BincangSyariah.Com – Dalam suatu kesempatan, ada seseorang yang bercerita kepada penulis bahwa dia pernah menceraikan istrinya yang enggan melaksanakan shalat wajib. Dia bercerita, bahwa dia sudah berusaha menasehatinya agar melaksanakan shalat, namun istrinya tetap tidak menghiraukan. Akhirnya, dia memilih untuk menceraikannya. Sebenarnya, apakah boleh menceraikan istri dengan alasan tidak shalat dalam Islam?

Pada dasarnya, seorang suami dituntut bukan hanya memenuhi kewajiban lahir dan biologis seorang istri, namun juga dituntut untuk memenuhi kewajiban dari sisi spritual. Oleh karena itu, jika seorang istri enggan melaksanakan shalat wajib atau kewajiban syariat lainnya, maka suami wajib menasehatinya dengan sabar dan telaten hingga istrinya mau shalat.

Hal ini sebagaimana tuntunan yang diberikan oleh Allah dalam Al-Quran surah Thaha berikut;

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Perintahkanlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah untuk menegakkan shalat.

Dalam menasehati istri agar melaksanakan shalat, suami tidak boleh melakukan kekerasan, seperti mencela, memukul dan lainnya. Hal ini karena shalat merupakan kewajiban yang berhubungan dengan Allah, bukan dengan suami. Sehingga suami tidak berhak menggunakan kekerasan ketika menasehati dan menyuruh istri untuk melaksanakan shalat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Asnal Mathalib berikut;

وَلِلزَّوْجِ ضَرْبُ زَوْجَتِهِ (لِنُشُوزِهَا وَلِمَا يَتَعَلَّقُ بِهِ مِنْ حُقُوقِهِ عَلَيْهَا لِلْآيَةِ السَّابِقَةِ أَوَّلَ الْبَابِ لَا لِحَقِّ اللَّهِ تَعَالَى لِأَنَّهُ لَا يَتَعَلَّقُ بِهِ وَقَضِيَّتُهُ أَنَّهُ لَيْسَ لَهُ ضَرْبُهَا عَلَى تَرْكِ الصَّلَاةِ

Boleh bagi suami memberi pelajaran istrinya karena nusyuz atau meninggalkan kewajiban yang berhubungan dengan hak-hak suami, berdasarkan ayat di depan di awal bab, bukan karena meninggalkan hak-hak Allah karena hal itu tidak berhubungan suami. Karena itu, suami tidak boleh memukul istrinya karena meninggalkan shalat.

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Warisan Adab dan Ilmu Lebih Mahal Dibandingkan yang Lain

Adapun menceraikan istri karena meninggalkan shalat, maka menurut Ibnu Taimiyah, hal itu diperbolehkan jika istri telah dinasehati terus menerus dengan baik namun tetap saja tidak melaksanakan shalat. Beliau berkata sebagai berikut;

وينبغي مع ذلك أن يحضها على ذلك بالرغبة كما يحضها على ما يحتاج إليها، فإن أصرت على ترك الصلاة فعليه أن يطلقها، وذلك واجب على الصحيح، وتارك الصلاة مستحق للعقوبة حتى يصلي باتفاق المسلمين

Selayaknya, suami memotivasi istrinya untuk shalat dengan janji pahala, sebagaimana dia memerintahkan istrinya untuk mendapatkan apa yang bermanfaat baginya. Jika tetap meninggalkan shalat, suami harus menceraikannya. Perceraian ini hukumnya wajib menurut pendapat yang benar. Setiap orang yang meninggalkan shalat berhak dihukum hingga dia mau shalat berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.

Sebagaimana suami boleh mengajukan gugat cerai terhadap istrinya yang sudah dididik agar mau shalat, namun ia tetap enggan, istri juga boleh melakukan hal yang sama. (Baca: Enam Keadaan Istri Boleh Meminta Cerai kepada Suami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here