Mencari Simpati Kiai Jelang Pemilu

0
391

BincangSyariah.Com – Sebagai seorang yang menjadi panutan di tengah masyarakat. Eksistensi kiai mempunyai kharisma yang bersifat transenden. Karakter tersebut tidak di miliki oleh mayoritas manusia atau elit penguasa pada umumnya. Komunitas masyarakat tradisional mempunyai paradigma bahwa tata laku dan perkataan seorang kiai mengandung wisdom yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan (way of life).

Masyarakat Indonesia mempunyai kecenderungan untuk mentaati perintah yang diberikan oleh seorang kiai. Asumsi dasar kemudian menjadi sebuah postulat yang didasarkan bahwa perintah kiai menyimpan esensi keberkahan tersendiri. Fenomena demikian banyak terjadi pada institusi salaf yang bersifat tradisional. Keberkahan dalam perspektif mereka tidak hanya ditentukan oleh kapasitas intelektual semata. Implementasi dalam menjalankan perintah guru (kiai) adalah di antara konfigurasi untuk menuai keberkahan kehidupan.

Tata kelakuan kepada seorang kiai atau guru bagi institusi tradisional merupakan wasilah ilmu pengetahuan sangatlah intens. Para santri secara umum lebih mengutamakan tata perilaku (unggah-ungguh) dan norma sosial selama belajar. Asumsi yang demikian merupakan implementasi dari kitab Ta’lim al-Muta’lim dan Ahklaqul lil Banin yang berisi panduan bagi seoarang pelajar yang dikonstruksikan melalui konsep keberkahan.

Kiai dalam konfigurasi sosial sebagian masyarakat Indonesia menempati kasta sosial tertinggi. Lebih khusus masyarakat tradisional (gemeinschaft) yang cenderung religius. Status sosial kiai diasumsikan sebagai representasi seorang Brahmana dalam konsep ajaran Hindu-Budha. Sedangkan dalam Islam, kiai adalah pewaris para nabi (warasatul ambiya’) yang bertanggung jawab meneruskan perjuangan Nabi Muhammad Saw.

Meskipun Islam sendiri tidak pernah mengklasifikasikan masyarakatnya secara kasta sebagaimana konsep Hindu dan Budha. Namun kasta sosial ini masih berlaku di kalangan masyarakat tradisional yang tidak terlembagakan secara langsung seperti masyarakat Hindu dan Budha. Brahmana merupakan seorang guru (ajar) yang menjadi panutan dalam kehidupan masyarakatnya. Apa yang disampaikan Brahamana lebih didengar dan ditaati (sami’na wa al-tha’na) oleh masyarakat daripada sabda seorang raja atau penguasa.

Baca Juga :  Kiai Sepuh Se-Jatim Serukan Persatuan Usai Pilpres

Menurut Clifford Geertz, kiai mempunyai peran penting dalam masyarakat, meskipun tidak banyak pengalamannya terhadap dunia luar. Dalam prakteknya, kiai mampu menjembatani berbagai persoalan melalui gaya bahasa khas yang digunakan. Peran kiai tidak hanya dalam aspek agama maupun budaya. Kiai juga memainkan peran penting dalam kehidupan sosial politik yang berhubungan dengan pemerintahan. Peran kiai lebih menitikberatkan pada budaya yang melekat pada sebuah masyarakat.

Kiai merupakan komponen agent of change yang mempunyai peran penting untuk mereformasi tatanan kehidupan. Seorang kiai bisa berperan sosial terhadap pembangunan suatu negara sebagaimana peran Ayatullah Khamenei di Persia, Mahatma Gandhi di India, atau Dalai Lama di Cina. Keberadaan kiai tak selamanya identik dengan dunia pesantren sebagaimana yang berlaku di masyarakat tradisional. Sosok kiai termasuk banyak yang berkiprah dalam dunia politik. Tidak dapat dipungkiri bahwa figur seorang kiai mempunyai magnet yang dapat menarik simpati masyarakat. Kondisi yang demikian kemudian dimanfaatkan oleh politisi.

Calon kepala daerah atau bahkan calon presiden. Menjelang musim pilkada atau pilpres, senantiasa bersilaturrahmi (sowan) kepada para kiai. Meskipun pada hari-hari biasa jarang sekali mendapat kunjungan dari para pejabat. Keberadaan kiai seakan-akan dianggap cukup efektif untuk menghimpun suara ummat. Banyaknya santri serta masyarakat yang mematuhi dawuh kiai pada akhirnya dimanfaatkan politisi untuk kepentingan politiknya. Diantara mereka ada yang meminta dukungan dalam setiap pencalonan sebagai kepala daerah, maupun sekedar doa restu agar terpilih menjadi elit eksekutif dalam suatu wilayah tertentu.

Kasus tersebut menunjukan, kiai dalam dunia politik menjadi magnet tersendiri bagi kalangan politisi. Memberikan suara adalah salah satu tindakan dalam kampanye setiap adanya pemilihan umum. Perilaku sosial dalam dunia politik adalah sebuah bentuk komunikasi sosial yang melibatkan khalayak ramai. Kampanye politik merupakan sarana penggalangan masa dalam pesta demokrasi. Kiai sebagi elite lokal menempati posisi strategis dan mempunyai pengaruh untuk memerintah orang lain dalam lingkungan masyarakat. Elit demikian ini sering disebut dengan elit non politik seperti elit keagamaan.

Baca Juga :  Beberapa Ayat Al-Qur'an Turun Disebabkan Orang Munafik, Siapa Saja?

Kharisma yang melekat pada seorang kiai merupakan modal sosial bagi politisi untuk penggalangan massa. Pasalnya, dalam pemilihan umum tidak hanya cukup untuk menghimpun modal materiil dengan menggunakan jalur money politic atau politik uang. Modal sosial juga menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam pencalonan setiap kepala daerah menuju pada posisi eksekutif.

Modal sosial yang terdapat dan melekat dalam diri seorang kiai adalah kemampuannya dalam mengumpulkan dan mempengaruhi massa. Modal sosial terkadang lebih penting dibandingkan dengan modal materiil. Bilamana seorang kiai menyuruh masyarakatnya untuk memilih calon tertentu. Masyarakat akan menuruti apa yang diperintahkan oleh kiai.

Oleh karena itu, kiai termasuk memainkan peran utama dalam sebuah kehidupan demokrasi dengan memanfaatkan masyarakat tradisional yang tersebar di berbagai daerah dan pedesaan. Seorang kiai senior (sepuh) pada umumnya tidak meminta sesuatu yang bersifat metaeriil. Mereka hanya meminta calon kepala daerah untuk menjalankan tanggung jawabnya. Kondisi yang demikian digunakan sebagai pendekatan lain sebagai iming-iming. Politisi akan memakai opsi lain untuk memikat hati kiai. Seorang kiai yang tidak tergiur oleh materi akan dibujuk dengan cara lain agar memberikan dukungannya. Ketulusan berupa dukungan kiai, bagi politisi seakan-akan menjadi pendorong mobil mogok yang dibutuhkan dan ditinggalkan ketika sudah berjalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here