Menampakkan Sedekah Menurut Imam al-Ghazali

0
18

BincangSyariah.Com – Dalam persoalan sedekah, sebagaimana kita ketahui dari berbagai referensi yang ada, bahwa merahasiakan sedekah adalah lebih utama daripada memperlihatkannya. Meskipun demikian, nyatanya apabila kita bisa menghindari sifat riya, maka memperlihatkan sedekah sebenarnya hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan.

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin menjelaskan justru sebaiknya kita harus menampakkan sedekah kita apabila dirasa dengan memperlihatkan sedekah tersebut akan menarik minat manusia untuk mengikuti kita. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 271,

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ

In tubdush-shadaqaati fani-‘immaahiy

“Kalau kamu memberikan sedekah dengan terang, itu baik”

Pada beberapa kondisi yang menuntut kita untuk menampakkan sedekah, maka sebaiknya kita memperlihatkan sedekah tersebut. Kondisi tersebut diantaranya adalah ketika ada tujuan agar sedekah kita diikuti oleh orang lain; dan kondisi ketika seorang fakir atau miskin sudah sampai meminta-minta kepada kita. Dalam kondisi semacam ini, hendaknya kita jangan meninggalkan bersedekah dengan alasan takut riya.

Memang ketika karena dalam memperlihatkan sedekah, ada kekhawatiran akan merusak kehormatan si fakir. Tapi kenyataan bahwa fakir tersebut meminta, berarti kemungkinan merusak kehormatan si fakir jadi menghilang. Ia sudah secara terang-terangan meminta kepada kita agar membantu meringankan bebannya, maka seyogyanyalah kita membantu dengan kelebihan yang kita miliki.

Dalam QS. Ar-Ra’d [13]: 22, Allah SWT berfirman:

وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً

Wa anfiquu mimmaa razaqnaahum sirran wa ‘alaaniyah

“Dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan dengan sembunyi dan terang-terangan”

Bagi seseorang yang telah memurnikan ibadahnya semata hanya kepada Allah SWT, tidaklah terlalu berpengaruh baginya entah dia bersedekah secara sembunyi ataupun terang-terangan. Dengan bersedekah secara terang-terangan, akan terdapat suatu faidah yang sangat besar yakni syiar ibadah. Dengan kita bersedekah secara terang-terangan, akan menimbulkan potensi dimana orang yang melihat kita bersedekah, tergerak hatinya untuk meninggalkan sifat kikir dan kemudian merelakan hartanya untuk disedekahkan.

Baca Juga :  Pandangan Islam Terhadap Pungutan Liar

Dalam QS. Ad-Dhuha [93]: 11, Allah SWT berfirman,

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Wa ammā bini’mati rabbika fa ḥaddiṡ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.”

Dengan bersedekah secara terang-terangan, berarti kita sedang berupaya untuk menginterpretasikan wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT dan memberikan syiar kepada umat islam, khususnya fakir dan miskin bahwa kita berterimakasih pada Allah akan nikmat tersebut dan membagikannya bersama mereka.

Dengan pertimbangan-pertimbangan semacam ini, maka haramlah hukumnya bagi kita untuk berprasangka buruk kepada siapapun yang memberikan sedekah secara terang-terangan. Tak layak bagi kita untuk menyebut merek sebagai orang yang sombong dan riya, karena bisa jadi mereka melakukan demikian dengan tujuan syiar atau bagian daripada tahaddus bin ni’mah.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here