Menambah Tanah Galian Lain Ketika Menguburkan Jenazah, Apakah Boleh?

0
946

BincangSyariah.Com – Ketika kita menguburkan jenazah, umumnya kita menimbun jenazah tersebut dengan tanah hasil galian dari kuburan. Jarang kita menambah tanah lain selain dari hasil tanah galian ketika kita menguburkan jenazah. Sebenarnya, bagaimana hukum menambah tanah lain ketika kita menguburkan jenazah, apakah boleh?

Dalam kitab-kitab fikih disebutkan bahwa ketika kita mengubur jenazah, maka kita dianjurkan untuk tidak menambah tanah lain selain dari tanah hasil galian kuburan. Anjuran ini hanya bertujuan agar kuburan jenazah tidak terlalu tinggi sehingga melebihi ukuran satu jengkal.

Oleh karena itu, jika tanah hasil galian kuburan tidak cukup untuk menimbun jenazah atau tambahan tanah lain tersebut memang dibutuhkan, maka menambah tanah lain selain dari tanah hasil galian kuburan diperbolehkan, dan menurut Imam Syafii, hal itu tidak masalah dan tidak makruh.

Kita boleh menambah tanah lain selain dari tanah hasil galian jika hal itu dibutuhkan dan tidak menyebabkan kuburan jenazah terlalu tinggi melebihi ukuran satu jengkal. Jika tidak dibutuhkan atau bisa menyebabkan kuburan terlalu tinggi sehingga melebihi satu jengkal, maka tambahan tanah lain sebaiknya tidak dilakukan karena dalam Islam disunnahkan tinggi kuburan tidak melebihi satu jengkal.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

قال الشافعي في المختصر : يستحب  أن لا يزاد القبر على التراب الذي أخرج منه ، قال الشافعي والأصحاب رحمهم  الله إنما قلنا يستحب أن لا يزاد لئلا يرتفع القبر ارتفاعا كثيرا . قال  الشافعي : فإن زاد فلا بأس . قال أصحابنا معناه أنه ليس بمكروه ، لكن  المستحب تركه

Imam Syafii berkata dalam kitab Al-Mukhtashar, ‘Disunnahkan untuk tidak menambah tanah lain selain dari hasil tanah yang dikeluarkan dari kuburan. Imam Syafii dan ulama Syafiiyah berkata, ‘Kami berkata ‘disunnahkan’ agar kuburan tidak terlalu tinggi.’ Imam Syafii berkata, ‘Jika ditambah, maka tidak masalah.’ Ulama Syafiiyah berkata, ‘Arti perkataan Imam Syafii tersebut adalah bahwa menambah tanah lain selain dari tanah hasil galian kuburan hukumnya tidak makruh, akan tetapi sebaiknya ditinggalkan.’

Baca Juga :  Bolehkah Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua yang Non-Muslim?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here