Hukum Menamai Manusia dengan Nama-nama Hewan

0
81

BincangSyariah.Com – Di sebagian daerah di Indonesia, terdapat sebagian masyarakat yang menamai anak-anaknya dengan nama-nama hewan, bahkan dengan nama-nama tumbuh-tumbuhan. Bagi sebagian orang, hal ini terdengar aneh tapi lumrah bagi sebagian masyarakat tertentu. Lantas, bagaimana hukum menamai manusia dengan nama-nama hewan dalam Islam, apakah boleh? (Baca: Hukum Memanggil Orang Lain dengan Nama Hewan)

Dalam Islam, kita dianjurkan untuk memberi nama anak dengan nama-nama yang baik dan bagus, seperti nama-nama para nabi, atau dengan nama ‘Abdurrahman, Abdullah’ dan lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, dari Abu Wahab Al-Jasymi, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

تسموا بأسماء الأنبياء ، وأحب الأسماء إلى الله تعالى : عبد الله وعبد الرحمن ، وأصدقها : حارث وهمام ، وأقبحها : حرب ومرة

Berilah nama (kepada anak-anakmu) dengan nama-nama para nabi, dan nama-nama yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Sedangkan yang pertengahannya adalah Haris dan Hammam. Adapun nama yang paling jelek adalah Harb dan Murrah.

Sebaliknya, kita dilarang menamai anak-anak kita dengan nama-nama yang jelek, bahkan Nabi Saw sangat tidak suka nama-nama yang jelek untuk menamai anak-anak kita. Misalnya, menamai anak kita dengan nama Harb, dan Murrah. Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah disebutkan sebagai berikut;

وقد كان النبي صلى الله عليه يكره الاسم القبيح للاشخاص والاماكن والقبائل والجبال

Sungguh Nabi Saw tidak senang terhadap nama-nama yang jelek bagi manusia, tempat, nama golongan (organisasi), dan gunung.

Adapun menamai anak dengan nama-nama hewan atau tumbuh-tumbuhan hukumnya diperbolehkan selama nama-nama tersebut tidak jelek atau cenderung tidak disukai oleh manusia. Jika nama-nama hewan itu jelek atau cenderung tidak disukai oleh manusia, maka hukumnya tidak boleh. Misalnya, menamai anak dengan nama ‘Keledai, Anjing, Babi’ dan lain sejenisnya.

Baca Juga :  Penjelasan Al-Quran Terkait Waktu Kiamat

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

ولا يخفى ان مثل تسمية النجوم في الحكم تسمية الناس بأسماء الحيوان ما لم يكن قبيحا فقد تقدم حكمه

Sudah jelas bahwa perumpamaan menamai bintang-bintang dalam ketentuan hukumnya sama seperti menamai manusia dengan nama-nama hewan, selama nama-nama tersebut tidak jelek. Hukum masalah ini telah dijelaskan di awal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here