Menamai Malam Nisfu Sya’ban dengan “Lailatul Baraah”, Bolehkah?

2
19

Bincangsyariah.Com– Malam nisfu sya’ban memiliki pelbagai nama lain. Pasalnya, malam nisfu sya’ban merupakan malam yang sangat mulia. Menurut Dar Ifta Mesir, boleh hukumnya memberikan nama lailatul baraah (malam penuh kesucian), sebagai nama lain dari malam nisfu Sya’ban. Di samping itu, nisfu Sya’ban terkadang diberikan gelar lain; lailu ghufran (ampunan), lailatul qadr (malam penuh keberkahan ), dan juga lailatu al ijabah (malam diterima permintaan ).

Lembaga Fatwa Mesir mengatakan;

من ذلك أنها ليلة يقدر فيها الخير والرزق ويغفر فيها الذنب،وهو معنى صحيحٌ شرعًا

Artinya: memberikan nama (selain malam nisfu sya’ban) karena sesungguhnya pada malam itu mengandung pelbagai kebaikan, kemudahan rezeki, dan diampuni pelbagai dosa manusia. Oleh karena itu, memberikan nama lain kepada malam nisfu sya’ban adalah boleh hukumnya menurut syara’.

Menurut Lembaga Fatwa Mesir, demikian itu berdasarkan hadis riwayat Ibn Majah. Nabi Muhammad bersabda;

 إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ

Artinya: Ketika datang malam nisfu Sya’ban, maka hendaklah kamu beribadah di malam harinya, dan juga berpuasa pada siang harinya. Pasalnya, sesungguhnya (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari.

Kemudian, Allah berfirman: “Ingatlah, barang siapa  manusia yang memohon ampunan kepada Ku, maka pasti Aku ampuni dosanya. Ingatlah,  barang siapa orang yang meminta rezeki kepada Ku, niscaya Aku akan memberikan rezeki.

Dan ingatlah barang siapa, yang meminta kesehatan kepada Ku, niscaya  Aku beri kesehatan. Ingatlah siapa yang meminta begini dan begitu, akan aku berikan, sehingga fajar tiba

Dan juga hadis riwayat Imam Tirmidzi, Ahmad dan Ibn Majah;

عن أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها قالت: فَقَدْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وآله وسلم ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَخَرَجْتُ أَطْلُبُهُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ، فَقَالَ: «يَا عَائِشَةُ، أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ!»، فقُلْتُ: وَمَا بِي ذَلِكَ، وَلَكِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ، فَقَالَ: «إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ -وهو اسم قبيلة

Artinya; dari Ummi al Mukminin, Aistyah, semoga Allah meridhainya. Aisyah bercerita; pada suatu malam, aku  tidak mendapati  baginda Nabi Muhammad di rumah . Lalu saya keluar untuk mencarinya. Akhirnya, aku  menemukannya sedang berada di pekuburan Baqi’, ketika itu posisi Nabi sedang menenghadapkan wajah dan kepalanya  ke langit.

Nabi lalu berkata, “Apakah kamu khawatir kalau Allah dan Rasul-Nya berbuat zalim terhadapmu?” Saya (Aisyah) lantas  menjawab, “Saya tidak berpikir seperti demikian itu? Saya hanya mengira bahwa engkau pergi ke rumah salah satu istrimu.”

Lalu kemudian Nabi bersabda, “Sesungguhnya rahmat dan kurnia Allah telah turun ke langit dunia pada malam Nisfu Sya’ban dan mengampuni pelbagai dosa hamba-Nya, meskipun dosa tersebut  lebih banyak dari jumlah bulu kambing pada kabilah Bani Kalb

Demikian penjelasan tentang “lailatu al baraah”. Semoga bermanfaat.

(Baca:Doa Malam Nisfu Sya’ban)

100%

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here