Benarkah Tidak Boleh Menamai Hewan Piaraan dengan Nama Manusia?

2
367

BincangSyariah.Com – Banyak di antara kita yang senang memelihara hewan piaraan, seperti kucing, burung, dan lainnya. Dan tak jarang pula kita menamai hewan piaraan kita dengan nama-nama unik, bahkan dengan nama yang biasa digunakan nama manusia. Misalnya, susi, dan lainnya. Menurut sebagian orang, menamai hewan piaraan dengan nama manusia tidak boleh di dalam Islam. Benarkah demikian?

Dalam Islam, secara umum kita diperbolehkan menamai benda-benda milik kita, atau hewan piaraan kita, atau pakaian-pakaian kita dengan nama-nama tertentu. Kebolehan menamai benda-benda pribadi, hewan piaraan, dan pakaian ini bersifat umum, artinya boleh dinamai apa saja, termasuk dengan nama manusia, selama nama-nama tersebut tidak dilarang dalam Islam. (Baca: Apakah Menyentuh Kemaluan Hewan Membatalkan Wudhu?)

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Nabi Saw juga menamai benda-benda pribadinya, hewan piaraannya, dan pakaiannya dengan nama tertentu. Misalnya, Nabi Saw menamai untanya dengan nama Al-Qashwa’, menamai pedangnya dengan Dzulfiqar, menamai surbannya dengan nama Al-Sahab, dan lainnya.

Kebolehan menamai benda-benda pribadi, hewan piaraan, dan pakaian dengan nama tertentu, termasuk dengan nama manusia, selama nama-nama tersebut tidak dilarang dalam Islam, ini disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

تسمية الادوات والدواب والملابس: ذكر ابن القيم انه يجوز تسمية الادوات والدواب والملابس بأسماء خاصة بها تميزها عن مثيلاتها اسوة برسول الله

Menamai benda-benda pribadi, hewan piaraan, dan pakaian: Ibnu Al-Qayyim mengatakan bahwa boleh menamai benda-benda pribadi, hewan piaraan, dan pakaian dengan nama-nama tertentu yang bisa membedakan dengan nama atau jenis lainnya sebagai bentuk mengikuti Rasulullah.

Menamai hewan dengan nama-nama manusia tidak termasuk bagian dari bentuk penghinaan terhadap martabat manusia. Hal ini karena tujuan penamaan hewan piaraan dengan nama tertentu, termasuk dengan nama manusia, adalah untuk menciptakan keterikatan emosional antara pemilik dan hewan piaraannya.

Apalagi hal ini didukung dengan kajian psikologi, bahwa memberi nama pada benda-benda, hewan piaraan, atau pakaian memiliki kelebihan dibanding yang tak diberi nama. Ketika seseorang memberi nama pada benda di kehidupannya, ia sejatinya sedang membentuk keterikatan emosional.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here