Kedua Orang Tua Non-Muslim, Bagaimana Hukum Menafkahinya?

0
27

BincangSyariah.Com – Dalam beberapa kasus, terdapat seorang anak yang masuk Islam, namun kedua orang tuanya hingga mencapai umur senja tetap pada agamanya. Karena kedua orang tuanya sudah tidak mampu lagi bekerja, maka sejatinya anak yang masuk Islam tersebut yang harus menanggung nafkah keduanya. Dalam keadaan demikian, bagaimana hukum menafkahi kedua orang tua non-muslim tersebut? (Baca: Ingin Jadi Mualaf? Ini Tata Cara Masuk Islam)

Para ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban seorang anak menafkahi kedua orang tuanya yang non-muslim. Menurut kebanyakan ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah dan Syafiiyah mengatakan bahwa anak memiliki kewajiban menafkahi kedua orang tua yang sudah tidak mampu, meskipun mereka non-muslim.

Kebanyakan para ulama tidak mensyaratkan kewajiban nafkah dari anak kepada kedua orang tuanya, atau sebaliknya dari kedua orang tua kepada anaknya, harus ada kesamaan agama. Artinya, meskipun kedua orang tua non-muslim, maka tetap wajib bagi anaknya untuk menafkahi kedua orang tuanya jika mereka tidak mampu.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Kifayatul Akhyar berikut;

ولا فرق في ذلك بين الذكور والإناث ولا بين الوارث وغيره ولا فرق بين اتفاق الدين والاختلاف فيه وفي وجه لا تجب على مسلم نفقه كافر والدليل على وجوب الانفاق على الوالدين قوله تعالى وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُنْيَا مَعْرُوْفًا وقوله تعالى وَوَصَّيْنَا الإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا

Dalam hal (kewajiban nafkah) ini, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, ahli waris dan bukan ahli waris, kesamaan agama yang dianut dan yang berbeda agama. Tetapi satu pendapat mengatakan bahwa seorang muslim tidak wajib memberi nafkah kepada orang kafir. Dalil atas kewajiban nafkah terhadap kedua orang tua adalah firman Allah; Bergaullah dengan keduanya di dunia dengan baik,’ dan firman Allah yang lain; Kami berpesan kepada manusia untuk berbuat baik terhadap kedua orang tuanya.

Baca Juga :  Hukum Menerima Beasiswa dari Non-Muslim

Sementara menurut ulama Hanabilah, anak tidak wajib menafkahi kedua orang tua yang berbeda keyakinan dan agama. Hal ini karena jika orang tua dan anak beda agama, maka keduanya tidak saling mewarisi. Karena itu, jika kedua orang tua berbeda agama, maka kewajiban menafkahi bagi anak menjadi gugur.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berikut;

وَلَنَا، أَنَّهَا مُوَاسَاةٌ عَلَى سَبِيلِ الْبِرِّ وَالصِّلَةِ، فَلَمْ تَجِبْ مَعَ اخْتِلَافِ الدِّينِ، كَنَفَقَةِ غَيْرِ عَمُودَيْ النَّسَبِ، وَلِأَنَّهُمَا غَيْرُ مُتَوَارِثَيْنِ

Bagi kami (ulama Hanabilah) bahwa nafkah merupakan bentuk kasih sayang yang diberikan berdasarkan kebaikan dan menyambung kekerabatan. Karena itu, nafkah tidak wajib jika berbeda agama, sebagaimana nafkah selain jalur nasab. Juga karena keduanya tidak saling mewarisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here