Hukum Memutuskan Sengketa di dalam Masjid

0
794

BincangSyariah.Com – Selain menjadi tempat shalat dan berbagai bentuk ibadah lainnya, kadang masjid juga digunakan untuk memutuskan sengketa antar warga, baik berhubungan dengan masalah keluarga, masalah sosial, bahkan juga masalah politik. Sebenarnya, bagaimana hukum memutuskan sengketa di dalam masjid menurut Islam?

Terdapat perbedaan pendapat ulama terkait hukum memutuskan sengketa di dalam masjid. Setidaknya, terdapat dua pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, menurut ulama Hanafiyah, memutuskan sengketa di dalam masjid, baik berkaitan dengan masalah keluarga, masalah sosial dan lainnya, hukumnya diperbolehkan. Ini karena Nabi Saw suatu ketika pernah mendengarkan sengketa dan percekcokan di dalam masjid. Ini menunjukkan bahwa mendengarkan sengketa dan memutuskan pemecahannya di dalam masjid diperbolehkan.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Zainal Abidin Al-Amidi dalam kitab Al-Fatawa Al-Amidiyah berikut;

يجوز القضاء والحكومة في المساجد عند الحنفية لما روي عن النبي صلى الله عليه وسلم انه كان يسمع الخصومة وهو في المسجد

Boleh memutuskan sengketa dan perkara di dalam masjid menurut ulama Hanafiyah. Ini berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Saw pernah mendengarkan sengketa di dalam masjid.

Kedua, menurut ulama Syafiiyah, bersengketa dan memutuskan sengketa di dalam masjid hukumnya tidak diperbolehkan. Hal ini karena masjid merupakan tempat beribadah kepada Allah, hanya nama Allah yang berhak disebut di dalam masjid, bukan perkara lainnya. Selain itu, persengkataan umumnya tidak terlepas dari kekeliruan dan meninggikan suara dan dua perkara ini tidak layak dilakukan di dalam masjid.

Syaikh Zainal Abidin Al-Amidi berkata dalam kitab Al-Fatawa Al-Amidiyah sebagai berikut;

ولا يجوز عند الشافعية لقوله تعالى : وان المساجد لله فلا تدعوا مع الله احدا. نهى ان يدعى في المسجد لغير الله تعالى ولان مجلس القضاء لا يخلو عن الغلط وارتفاع الصوت

Baca Juga :  Mimpi Basah Di Siang Hari Ramadhan, Apakah Puasa Batal?

Tidak boleh memutus sengketa di dalam masjid berdasarkan firman Allah, ‘Sesungguhnya masjid milik Allah, karena itu jangan kalian menyeru siapapun bersama Allah.’ Di dalam ayat ini, Allah melarang selain Allah dipanggil di dalam masjid. Selain itu, tempat memutuskan sengketa tidak terlepas dari kesalahan dan meninggikan suara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here