Mempunyai Ayah Tiri, Masihkah Disebut Anak Yatim Jika Belum Baligh?

0
1096

BincangSyariah.Com – Ketika anak yatim yang belum baligh memiliki ayah tiri, apakah dia masih disebut sebagai anak yatim? (Sampai Usia Berapakah Seorang Anak yang Ditinggal Ayahnya Masih Disebut Yatim?)

Menurut para ulama, seseorang sudah disebut sebagai anak yatim jika memenuhi dua kriteria. Jika dua kriteria ini ada, maka disebut yatim. Sebaliknya, jika keduanya atau salah satunya tidak ada, maka tidak disebut yatim.

Pertama, ditinggal mati oleh bapak kandungnya. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ali bin Muhammad Al-Jurjani  dalam kitabnya Al-Ta’rifat berikut:

اليتيم: هو المنفرد عن الأب؛ لأن نفقته عليه لا على الأم

Yatim adalah orang  yang ditinggal mati bapak kandungnya karena nafkahnya wajib ditanggung bapaknya, bukan ibunya.

Kedua, masih belum baligh. Jika sudah baligh, meskipun bapaknya meninggal, maka tidak disebut anak yatim. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Abu Ishaq al-Syairazi dalam kitabnya al-Muhazzab berikut;

اليتيم هو الذي لا أب له وليس لبالغ فيه حق لأنه لا يسمى بعد البلوغ يتيماً

Yatim adalah seorang yang tak punya bapak sedang dia belum baligh. Setelah baligh maka orang itu tak disebut yatim.

Dari kedua kriteria di atas, dapat diketahui bahwa jika bapak kandung seseorang meninggal dan dia belum baligh, maka dia sudah disebut dengan yatim. Dia tetap disebut sebagai yatim hingga dirinya baligh. Oleh karena itu, meskipun dia memiliki ayah tiri karena ibunya menikah dengan orang lain, dia tetap disebut sebagai yatim selama masih belum baligh. Yang mengeluarkan dirinya dari status ‘yatim’ hanya bila dia sudah mencapai usia baligh, bukan karena adanya ayah tiri dan lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan Imam Al-Sarakhsi Al-Hanafi dalam kitab al-Mabsuth berikut;

Baca Juga :  Tips Tubuh Sehat dari Ali bin Abi Thalib

فإذا احتلم يخرج من اليتم

Ketika seseorang itu sudah ihtilam (balig), maka telah keluar dari sifat yatim.

Dengan demikian, jika seseorang ditinggal mati oleh bapaknya dan dia belum baligh, maka dia tetap disebut sebagai anak yatim meskipun dia mempunyai ayah tiri. Posisi ayah tiri tidak bisa menggantikan posisi ayah kandungnya. Dia bisa keluar dari status keyatimana jika dia sudah baligh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here