Bagaimana Hukum Memenjarakan Orang yang Tidak Mampu Bayar Hutang?

3
1437

BincangSyariah.Com – Hampir semua orang pasti pernah berhutang kepada orang lain, baik berupa uang atau benda lainnya. Terkadang ada orang yang tidak mampu membayar hutang dan kemudian mau dipenjarakan oleh orang yang memberi hutang. Dalam Islam, bagaimana hukum memenjarakan orang yang tidak mampu membayar hutang? (Menagih Utang Bisa Menyelamatkan Orang Lain)

Dalam Islam, menagih hutang termasuk perkara yang sangat dianjurkan. Namun demikian, ketika seseorang menagih hutang, maka hendaknya dia menagih dengan baik, baik menagih pada orang yang mampu membayar hutang maupun pada orang yang tidak mampu. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Saw bersabda;

خُذْ حَقَّكَ فِى عَفَافٍ وَافٍ أَوْ غَيْرِ وَافٍ

Ambillah hakmu dengan cara yang baik pada orang yang mau menunaikannya maupun pada orang yang tidak mau menunaikannya.

Bahkan jika menagih hutang pada orang yang memang tidak mampu membayar hutang, maka dalam Islam dianjurkan untuk menunggu hingga dia mampu untuk membayarnya. Ini sebagaimana perintah dalam Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 280 berikut;

وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Oleh karena itu, berdasarkan ayat ini, para ulama berpendapat bahwa mempersulit orang yang tidak mampu membayar hutang termasuk perbuatan maksiat. Bahkan jika sampai memenjarakannya, maka hal itu termasuk dosa besar.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Is’adur Rafiq berikut;

و منها عدم انظار المدين المعسر بقضاء ما عليه مع علم دائنه باعساره بأن يلازمه أو يحبسه. قال في الزواجر وهو حينئذ من الكبائر

Baca Juga :  Apakah Nafkah Kebutuhan Kosmetik Istri Wajib Dipenuhi Suami?

Termasuk perbuatan maksiat adalah tidak menunggu orang yang dalam kesukaran untuk membayar hutang dengan memaksanya atau memenjarakannya, padahal orang yang memberi hutang mengetahui bahwa dia memang tidak mampu membayar hutang. Dalam kitab Al-Zawajir disebutkan bahwa memaksa atau memenjarakannya dalam kondisi demikian termasuk dosa besar.

3 KOMENTAR

  1. Sepertinya itu udah takdir dari Allah… Soalnya udah biasa itu terjadi. Orang miskin itu sudah pasti digariskan sial melulu… Kalo nggak sial udah pasti nggak miskin dong… Seperti saya… Saya anggap kesialan itu pelajaran dari Allah. Agar kita nggak mengulanginya lg. Tp ya tetep aja sial. Yang penting bisa kasih makan keluarga. Walau kadang nggak bisa makan. Alias puasa dadakan. Tapi tetep bersyukur Allah masih kasih raga yg masih bernafas di sini. Mungkin rejeki kami hanya itu saja. Tapi tetep bersyukur. Dr pada nggak di kasih sama sekali…?

  2. Assallammu.alaikum Warahmahtullahi Wabarokatuh salam dri jauh.maaf aq maw komen.juga maw tnya.gmn tentang soal utang piutang gmn dgn orng yg sdh sxian thun tpi d tagih hutang.y hnya jnji2 mlh d blok nemer kita.y.bgtu saja pertnya,an aq dan komen aq sblm dan ssdh.y aq ucapkn jazakhallah khaer atas jwbn dri smua admin bincang syariah WAsalammu,alakum Warahmahtullahi Wabarakatuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here