Hukum Memegang Babi dalam Plastik, Apakah Najis?

1
813

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa babi dan anjing termasuk binatang yang najis untuk disentuh. Bahkan kebanyakan ulama mengatagorikan babi dan anjing sebagai najis mughalladzah atau najis berat. Jika kita menyentuhnya, maka kita harus menyucikannya sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan debu. Namun bagaimana jika memegang babi dalam plastik, apakah najis?

Jika kita memegang babi atau daging babi dalam plastik, maka tangan atau anggota tubuh kita yang menyentuh tersebut tidak dihukumi najis. Hal ini karena tangan atau anggota tubuh kita tidak bersentuhan langsung dengan babi tersebut, melainkan ada penghalang berupa plastik tersebut. (Baca: Menggunakan Kuas dari Bulu Babi, Apakah Boleh?)

Selama kita tidak menyentuh langsung pada bagian tubuh babi, maka hukumnya tidak najis. Ini seperti menyentuh babi di dalam air yang banyak lebih dari dua kullah, maka hal itu tidak dihukumi najis karena antara anggota tubuh dan babi tersebut ada penghalang berupa basahan air yang banyak tersebut.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Minhajut Thalibin berikut;

قوله : مانعة من تنجسه ) ومثله ما لو لاقى بدنه شيئا من الكلب في ماء كثير فإنه لا ينجس لأن ما لاقاه من البلل المتصل بالكلب بعض الماء الكثير

Yang juga memilik kekuatan menolak kenajisan sesuatu adalah jika anggota tubuh seseorang menyentuh bagian tubuh anjing di dalam air banyak, maka hal itu tidak najis karena apa yang menempel antara tubuh orang dan anjing tersebut merupakan air yang banyak.

Tentu yang tidak najis dengan catatan jika bagian luar plastik yang kita sentuh tersebut belum terkena najis babi. Namun jika bagian luar plastik yang kita sentuh terkena najis babi dan masih dalam keadaan basah, maka hukumnya najis dan harus dicuci dengan tujuh kali basuhan dan salah satunya dengan menggunakan debu.

Baca Juga :  Kehidupan Dunia Hanya Sementara, Kita Tak Perlu Mengoyok-oyok

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mughnil Muhtaj berikut;

وَمَا نَجُسَ بِمُلَاقَاةِ شَيْءٍ مِنْ كَلْبٍ غُسِلَ سَبْعًا إحْدَاهُنَّ بِتُرَابٍ وَالْأَظْهَرُ تَعَيُّنُ التُّرَابِ، وَ أَنَّ الْخِنْزِيرَ كَكَلْبٍ

“Sesuatu yang menjadi najis karena terkena bagian dari anjing, maka dicuci sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah. Yang tampak, harus dengan tanah (tidak boleh diganti dengan yang lain). Dan babi sama seperti anjing.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here