Membunyikan Jari Tangan Ketika Sedang Shalat, Apakah Shalat Batal?

0
546

BincangSyariah.Com-Saat sedang melaksanakan shalat, kita dituntut untuk melakukannya sesuai dengan gerakan yang sudah ditentukan syariat. Namun ada saja orang yang melakukan gerakan dan tindakan yang tidak ada hubungannya dengan shalat,  ambillah contoh membunyikan jari tangan. Biasanya kita tergoda untuk melakukannya saat bangun dari sujud atau ketika membaca qunut. Lantas, bagaimana hukum membunyikan jari tangan ketika shalat dalam pandangan fikih? (Baca: Hukum Shalat Tanpa Penutup Kepala, Apakah Membatalkan Shalat?)

Terkait dengan permasalahan ini, ada hadis yang secara gamblang melarang membunyikan jari tangan saat shalat, yaitu:

عنْ عَلِيٍّ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تُفَرْقِعْ أَصَابِعَكَ وَأَنْتَ فِيْ الصَّلَاةِ» أخرجه ابن ماجه

Dari Ali -semoga Allah meridhainya- bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Jangan membunyikan jari-jarimu sedangkan kamu sedang shalat” (hadis dikeluarkan oleh Ibnu Majah)

Begitu pula salah satu sahabat nabi, Abdullah bin Abbas ra. pernah menegur budaknya bernama Syu’bah yang membunyikan jari-jarinya ketika shalat, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (al-Mushannaf, 3/673)

Namun mayoritas ulama berpendapat bahwa larangan dalam hadis di atas tidak sampai menunjukkan keharaman, melainkan sebatas makruh sebab akan mengurangi kekhusyukan shalat , mengganggu shalat orang lain terutama saat shalat jamaah, dan termasuk pekerjaan yang main-main sebagaimana disebutkan oleh Syekh Ibnu Qasim al-‘Abbadi dalam kitab Hawasyi Tuhfat al-Muhtaj bi Syarh al-Minhaj:

وَيُكْرهُ أَنْ يُرَوِّحَ عَلَى نَفْسِهِ فِي  الصَّلَاةِ، وَأَنْ يُفَرْقِعَ أَصَابِعَهُ أَوْ يُشَبِّكَهُمَا لِأَنَّهُ عَبَثٌ

Makruh hukumnya enteng-entengan dalam shalat, begitu pula makruh membunyikan dan menjalin jari-jemari karena hal tersebut merupakan pekerjaan yang sia-siai

Begitu pula Syekh Nawawi al-Bantani menyebutkan dalam kitab Kasyifatus Saja:

وَسَابِعُ عَشْرِهَا أَيْ مَكْرُوْهَاتِ الصَّلَاةِ تَفَرْقُعُ الأَصَابِعِ

Baca Juga :  Simak Penjelasan Hadis tentang Tiga Keistimewaan Surah Al-Kahfi

“Makruhnya shalat yang ketujuh belas adalah membunyikan jari-jari”

Demikian jelas bahwa membunyikan jari-jari termasuk gerakan kecil yang tidak sampai membatalkan shalat. Namun apabila seseorang melakukannya dengan niat bermain-main (tala’ub), maka shalatnya otomatis batal. Sebagaimana disebutkan oleh Syekh al-Baijuri dalam kitab Hasyiyah al-Baijuri (1/343):

قَوْلُهُ فَلَا تَبْطُلُ الصَّلَاةُ بِهِ بالعَمَلِ القَلِيْلِ وَلَوْ عَمْدًا. وَعَمْدُهُ كَسَهْوِهِ فِي عَدَمِ إِبْطَالِ الصَّلَاةِ. نَعَمْ إِنْ قَصَدَ بِهِ اللَّعْبَ بَطَلَتْ صَلَاتُهُ

“Shalat tidak batal dengan gerakan kecil walaupun dilakukan secara sengaja.  Gerakan kecil tidak membatalkan shalat baik dilakukan secara sengaja maupun karena lupa. Namun apabila ia bermaksud main-main dengan gerakan tersebut, maka shalatnya menjadi batal”

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here