Bolehkah Membunuh Ayam Tetangga yang Merusak Tanaman?

1
732

BincangSyariah.Com – Akhir-akhir ini sempat viral mengenai RUU yang akan mempidanakan pemilik ayam yang merusak tanaman orang lain. Tentu banyak yang tidak setuju terhadap RUU ini meskipun sebenarnya ia lahir karena banyak aduan dari masyarakat yang tanamannya rusak gara-gara ayam yang dibiarkan bebas oleh pemiliknya. Lantas, bagaimana jika ayam yang merusak tanamam tersebut dibunuh, apakah boleh?

Dalam Islam, jika terdapat hewan peliharaan yang mengganggu tanaman orang lain, seperti ayam dan lainnya, maka hewan peliharaan tersebut tidak boleh langsung dibunuh dengan cara diracun atau lainnya. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan pembunuhan terhadap hewan peliharaan tersebut.

Langkah pertama yang harus dilakukan jika terdapat hewan peliharaan berkeliaran bebas dan merusak tanaman atau menganggu adalah menyuruh pemilik hewan tersebut agar mengurung dan mengandangkan hewan peliharaannya. Jika tetap masih dibiarkan berkeliaran bebas, maka boleh mencegah hewan peliharaan tersebut dengan langkah-langkah berikutnya, yaitu dengan cara diusir dengan menghardik, dipukul dan lainnya. Jika semua cara tersebut tidak mempan dan hewan peliharaan tetap merusak, maka boleh membunuhnya sebagai langkah terakhir.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Asnal Mathalib berikut;

ويجب الدفع للصائل بالأخف فالأخف إن أمكن كالزجر بالكلام أو الصياح، ثم الاستغاثة بالناس، ثم الضرب باليد ثم بالسوط ثم بالعصا ثم بقطع عضو ثم بالقتل، لأن ذلك جوز للضرورة، ولا ضرورة في الأثقل مع إمكان تحصيل المقصود بالأخف

Dan wajib mencegah sesuatu yang mengganggu dengan langkah yang paling ringan dan lebih ringan, jika hal itu memungkinkan. Seperti menghardik dengan suara, atau suara yang keras, minta bantuan sama orang lain, memukul dengan tangan, kemudian dengan cambuk, kemudian dengan tongkat, kemudian dengan dipotong anggota tubuhnya, kemudian terakhir dengan dibunuh.

Baca Juga :  Mahar Berupa Hafalan Alquran Menurut Mazhab Syafi'i

Karena membunuh itu dibolehkan dalam keadaan darurat, dan tidak disebut darurat jika langsung mengambil langkah berat sementara langkah yang lebih ringan bisa dilakukan.

Dengan demikian, jika ayam tersebut tetap dibiarkan bebas oleh pemiliknya dan terus merusak tanaman, maka boleh membunuhnya jika hal itu merupakan solusi terakhir.

1 KOMENTAR

  1. Mau nanya, kalau cucuran atap airnya saat hujan masuk pekarangan tetaangga.!? Bagaimana?
    Juga air buangan rumah tangga masuk ke tanah tetangga/kolam tetangga, bagaimana??

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here